Terima Salinan Rekomendasi Dicabut Izin PT Amasing Tabara, Warga Obi Sujud Syukur

  • Whatsapp

TERNATE, MALUTTODAY.com – Penyerahan salinan rekomendasi pencabutan izin perusahaan PT Amazing Tabara oleh Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Utara kepada  perwakilan tiga desa korban investasi tambang di Pulau Obi diwarnai aksi sujud sukur.

Perwakilan warga Obi dalam pertemuan dengan Ketua beserta Anggota Komisi III Deprov di Sekertariat DPRD Jalan Arnold Monunutu Ternate, Kamis 6 Januari 2022 malam tadi tampak berbeda.

Pasalnya, perjuangan yang dilakukan warga untuk melawan PT Amazing Tabara dilakukan dengan sujud syukur sebagai bentuk luapan emosi dan  berterima kasih atas capaian rampungnya rekomendasi pencabutan izin perusahaan yang dibuat DPRD untuk diserahkan ke Gubernur Malut, Abdul Gani Kasuba.

Menurut mereka permasalahan perusahaan dan warga tiga desa di Obi menyita waktu, tidak sedikit bahkan persiapan tersebut hingga tahun hanya pada memproses perusahaan itu melalui kebijakan legislatif hingga eksekutif.

Mereka berterima kasih kepada DPRD selaku wakil rakyat terkhusus Komisi III yang sedari awal menyerap aspirasi atas permasalahan yang terjadi di desa mereka hingga pada rampungnya rekomendasi pencabutan izin perusahaan itu.

Koordinator warga Obi, Kader Rumpae menjelaskan selama delapan bulan berlalu, warga berhasil mendatangi Komisi III. Inilah awal perjuangan mereka atas capaian yang dilakukan.

Dirinya berharap Komisi III dan pimpinan DPRD agar dapat menyampaikan rekomendasi itu hingga ke Gubernur Maluku Utara di Sofifi.

“Kami juga meminta rekomendasi itu dibawa ke Jakarta untuk diproses untuk pencabutan IUP PT Amazing Tabara yang mencaplok lahan pemukiman penduduk dan perkebunan yang masih aktif sebagai sumber kehidupan masyarakat,” ujar dia.

Warga berharap kerja nyata lembaga DPRD melakukan diplomasi politik guna kepentingan masyarakat. Selain itu gubernur pun sama halnya wajib membela kepentingan rakyat Obi.

“Bila Pemprov sengaja mendiamkan rekomendasi itu, warga Obi akan menduduki kantor gubernur. Gubernur adalah pilihan rakyat bukan dipilih oleh Amazing Tabara, sehingga berpihaklah kepada masyarakat bukan Korporasi,” pungkasnya. (rls)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *