Polda Malut Akan Gelar Operasi Lilin Selama 10 Hari

TERNATE, MALUTTODAY.com – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara akan melaksanakan operasi lilin Kieraha pada 24 Desember 2021 mendatang dengan ditandai gelar apel bersama.

Karo Ops Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Juwari mengatakan, untuk operasi natal dan tahun baru (Nataru) akan dimulai pada 24 Desember 2021 dan berakhir di 2 Januari 2022.

“Operasi dilaksanakan selama 10 hari,” jelas Juwari kepada wartawan, Senin (20/12/2021).

Juwari menambahkan, pada Rabu (22/12) besok akan dilaksanakan rapat koordinasi (Rakor) lintas instansi, setelah itu pada Kamis (23/12) mendatang baru digelar apel gelar pasukan kemudian pengarahan kepada Satgas.

Berdasarkan Pos PAM tahun 2020 lalu, itu Pos PAM yang paling penting ada 10 gereja, dari 10 gereja itu dilakukan pengamanan mulai tanggal 24 sore sampai 25 Malam sekitar pukul 07.00 Wit.

“10 gereja itu kita amankan mulai dari sore tanggal 24 malam, tanggal 25 pagi terakhir jam 07.00 malam tanggal 26,” jelasnya.

Juwari bilang, jumlah pos pengamanan ada 53 titik, dari Polda dan seluruh jajaran. Sementara pos pelayanan 30, dan pos terpadu 9. Untuk penggelaran kekuatan semuanya 1.535.000 personil di seluruh wilayah,

“Dari Polda Maluku Utara 116 personel, Polres jajaran 470 personel kemudian dari instansi terkait TNI 223, Satpol PP 246, Dishub 178 Dinkes 83 dan Damkar 71 dan Basarnas 87, ASDP 61 Personil, jumlah 959 personel, di seluruh kabupaten/kota,” akunya.

Perwira berpangkat tiga melati ini menambahkan, untuk upaya dirinya mengakui bahwa akan dilaksanakan PPKM level III. Lanjutnya, jadi semua destinasi yang merupakan tempat hiburan atau tempat pusat pembelanjaan keramaian pihaknya akan sterilisasi dengan pedulilindungi.

“Maka kami minta dukungan atau harapan kepada seluruh stakeholder terutama TNI dan ASN itu semua mendukung program vaksinasi supaya mencapai 70 persen. Kenapa angka 70 persen ini dicapai dengan harapan apabila 70 persen tercapai itu kelompok traveling atau kelompok yang tinggi semuanya sudah terproteksi herd immunity. Sehingga diharapkan dengan teori WHO 70 Persen ini sudah bisa kita menyampaikan harapan yang positif perlindungan terhadap rakyat, supaya tidak terpapar covid-19,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.