Polisi Periksa Wakil Gubernur Maluku Utara Terkait Kasus Penipuan

TERNATE, MALUTTODAY.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara, melakukan pemeriksaan terhadap Wakil Gubernur (Wagub) M. Al Yasin Ali dalam kasus dugaan penipuan dengan penggelapan.

Mantan Bupati Halmahera Tengah dua periode ini datang di kantor Ditreskrimum pukul 11:00 Wit. Menggunakan mobil dengan nomor polisi (Nopol) DG 8888 YS. Kedatangan Wagub menggunakan kameja batik dan celana panjang hitam.

Pukul 12:43 Wit, Wagub Maluku Utara keluar dari kantor Ditreskrimum didampingi ajudannya.

Dalam kasus tersebut dilaporkan oleh seorang kontraktor atas nama Hi Sakir terhadap salah satu kontraktor di Halmahera Tengah atas nama Hamka.

Uang Rp 300 juta yang dipinjam Wagub Maluku Utara ini untuk diserahkan kepada Hamka sejak tahun 2017 ini tak kunjung dikembalikan, dengan alasan ini Hi Sakir langsung membuat laporan polisi (LP) dalam delik dugaan penipuan dan penggelapan.

Wagub Maluku Utara, M. Al Yasin Ali kepada wartawan mengatakan saat itu dirinya masih menjabat Bupati Halmahera Tengah dan ada temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Maluku Utara.

“Ya memang saya yang telepon ke kontraktor Sakir, dan waktu itu ada temuan BPK, tidak mungkin saya keluarkan uang pribadi untuk tutupi temuan BPK. Jadi saya telepon Sakir untuk pinjamkan Rp 300 juta untuk kontraktor lain,” ucap Wagub, Senin (06/12).

Wagub menambahkan, pinjaman tersebut untuk dipinjamkan Hamka selaku kontraktor yang ada temuan pada proyek yang ditangani, dan diminta untuk meminjamkan uang sesama kontraktor sehingga bisa menutupi temuan.

“Mereka (Sakir dan Hamka) semasa kontraktor untuk pinjamkan uang, untuk tutupi temuan BPK, sehingga bisa diselesaikan,” akunya.

Politisi PDIP Maluku Utara ini sempat emosi karena Sakir meminta uang yang dipinjam Hamka padanya.

“Dia ngotot saya harus ganti, harus ganti, makanya saya ada suara keras di dalam (kantor) tadi. Seharusnya kontraktor yang mengambil uang itu yang harus ganti,” cetusnya.

Dihubungi terpisah, Direktur Reskrimum Polda Maluku Utara Kombes Pol Dwi Hendarwana melalui Kabag Wasidik AKBP Hengky Setiawan kepada wartawan membenarkan hari ini penyidik memintai keterangan terhadap Wagub Maluku Utara.

“Tadi kita undang klarifikasi berkaitan dengan kasus penipuan dan penggelapan. Beliau (Wagub) telah memberikan keterangan di hadapan penyidik,” katanya.

Perwira berpangkat dua bunga melati ini menambahkan saat ini penyidik masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti.

“Penyidik akan melihat fakta-fakta kejadian dan mengumpulkan bukti-bukti yang akan diambil kesimpulan layak atau tidak layak untuk ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan,” katanya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.