Minyak Goreng di Ternate Mahal, Harga Akan Terus Naik, Ini Penyebabnya

  • Whatsapp

TERNATE, MALUTTODAY.com – Harga minyak goreng di sejumlah pasar di Kota Ternate merangkak naik. Kenaikan diakui pedagang telah terjadi sejak dua bulan terakhir.

Berdasarkan amatan di pasar percontohan, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengah, harga minyak goreng curah berada dikisaran Rp 20.000 per liter. Sedangkan minyak goreng dalam kemasan dikisaran Rp 21.000 per liter.

“Minyak curah ukuran satu liter semula Rp 17.000 per liter, sekarang kita jual Rp 20.000. Sedangkan minyak goreng dalam kemasan sebelumnya Rp18.000 sekarang dijual Rp 21.000 per liter. Harga dari agen naik, jadi kita juga sesuaikan,” kata Rasyid, pedagang di pasar Gamalama, Sabtu (27/11/2021).

Dihubungi terpisah, Roy, karyawan PT Kandari Mitra Pratama, salah satu agen minyak goreng kemasan saat dikonfirmasi menyampaikan, tidak mengetahui pasti sebab kenaikan harga minyak goreng, namun ini sudah berjalan selama dua bulan.

“Sejak dua bulan ini, minyak goreng sudah dua kali naik harga, stok dari pabrik pun terbatas,” akui Roy.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate, Hasyim Yusuf mengatakan, minyak goreng secara nasional memang mengalami kenaikan.

“Hal ini juga ditengarai adanya permintaan pasar luar negeri, sehingga berimbas pada harga minyak goreng di daerah tak terkecuali di Kota Ternate,” tutur Hasyim.

Minyak Goreng Akan Terus Naik, Ini Sebabnya

Dilansir dari Kompas Kementerian Perdagangan (Kemendag) memprediksi harga minyak goreng akan terus naik sampai kuartal I-2022.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan mengatakan, kenaikan tersebut disebabkan menguatnya harga crude palm oil (CPO) atau minyak kelapa sawit dunia.

“Ini berpotensi terus bergerak, dan kita memprediksi sampai kuartal I-2022 pun masih meningkat terus karena termasuk sebagai komoditi supercycle harganya melonjak tajam,” kata Oke Nurwan dalam diskusi Indef yang disiarkan secara virtual, Rabu (24/11/2021).

Oke mengakui, CPO sebagai komoditas supercycle memang memiliki kelebihan, tetapi di sisi lain menimbulkan dampak negatif terhadap harga minyak goreng.

Oke bilang, jika harga CPO meningkat, kemungkinan harga komoditas minyak goreng juga akan naik terus.

Oke juga mengatakan, pemerintah telah meminta produsen mempersiapkan minyak goreng kemasan khusus untuk menyambut Natal dan Tahun Baru 2022 agar masyarakat yang membutuhkan komoditas ini tetap bisa membeli minyak goreng dengan kemasan sederhana dan terjangkau.

“Khusus untuk Natal dan tahun baru produsen pun telah menyiapkan kemasan minyak goreng dengan kemasan sederhana dengan harga Rp 14.000 yang akan didistribusikan melalui ritel, mereka sudah bekerja sama dengan ritel modern sudah disiapkan sebanyak 11 juta liter,” kata Oke.

Untuk meredam harga, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi beberapa waktu lalu berjanji akan “mengguyur” minyak goreng murah ke pasar. Pemerintah akan menjual minyak goreng kemasan murah seharga Rp 11.000 per liter.

“Mereka (pelaku usaha) sudah setuju dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) untuk mendistribusikan 11 juta liter minyak goreng kemasan sederhana dengan harga 14.000,” ujar Lutfi dalam keterangannya, Senin (15/11/2021).

Minyak goreng murah tersebut akan dijual di gerai Aprindo. Terdapat 45.000 gerai yang akan menjual minyak goreng murah tersebut di seluruh Indonesia.

Meski dijual dengan harga Rp 14.000 per liter, harga tersebut masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET) pemerintah. Sebelumnya HET pemerintah sebesar Rp 11.000 per liter untuk minyak goreng kemasan sederhana. (Dickhy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *