Kontraktor CV Cipta Prasarana Ditahan Polisi Atas Dugaan Penipuan

  • Whatsapp

TERNATE, MALUTTODAY.com – AS kontraktor dari CV Cipta Prasarana ditahan polisi. Penahanan dilakukan setelah AS menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan di kantor Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara.

Dalam kasus tersebut pelapor atas nama Kartini selaku direktur CV Bintang Timur mengalami kerugian mencapai Rp 410 juta.

AS ini datang ke kantor Ditreskrimum Polda Maluku Utara didampingi kuasa hukumnya. AS menjalani pemeriksaan sekitar pukul 09:00 Wit, Jumat (26/11) kemarin.

Usai menjalani pemeriksaan, pada Sabtu (27/11) pagi, penyidik Ditreskrimum Polda Maluku Utara langsung melakukan penahanan terhadap tersangka.

Saat ini tersangka ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Ternate selama 20 hari kedepan.

Kronologis kejadian dalam kasus tersebut sesuai data yang diterima, di awal Agustus 2021, tersangka bekerjasama dengan Kartini untuk proyek pengeruk pelabuhan perikanan Ternate. Kemudian keduanya mencari alat berupa LCT/kapal dan exavator di Kota Bitung, Sulawesi Utara.

Alat tersebut rencananya akan didatangkan ke Ternate untuk menggarap proyek tersebut. Kartini juga menyerahkan uang pada tersangka bersama FH dan FJP dengan total Rp 410 juta.

Setelah uang diserahkan, ketiganya tidak mendatangkan alat ke Ternate. Kartini yang merasa dirugikan, langsung membuat laporan ke polisi.

Dalam kasus ini, penyidik telah mengamankan sejumlah barang bukti, salah satunya kwitansi peyerahan uang.

Saat ini penyidik sedang melakukan pengembangan untuk tersangka lainnya.

Kuasa hukum AS, Abdullah Ismail mengatakan, mengenai penahanan kliennya merupakan hak penyidik. Langkah selanjutnya, ia mengaku akan berunding dengan timnya.

“Yang pastinya kita akan ajukan surat penangguhan penahanan sudah pasti akan dilayangkan,” ucapnya.

Dijumpai terpisah, Direktur Reskrimum Polda Maluku Utara Kombes Pol Dwi Hendarwana kepada wartawan membenarkan pagi ini dirinya telah menandatangani surat penahanan oknum kontraktor.

“Ya, sudah dibuat surat perintah penahanan,” jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *