Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Bangkit dan Optimis, Sinergi dan Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi

TERNATE, MALUTTODAY.com  – Pertemuan tahunan Bank Indonesia (PTBI) kembali digelar serentak secara nasional pada 24 November 2021. Dalam pertemuan yang dilaksanakan secara hybrid ini turut dihadiri seluruh stakeholder seperti pemerintah, perbankan, mitra kerja dan media, bertempat di aula Royal’s Resto and Function Hall.

Selain menjadi ajang silaturahmi dengan stakeholder, PTBI 2021 dilaksanakan sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi Bank Indonesia, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Bank Indonesia.

Dalam kesempatan ini Deputi Perwakilan Bank Indonesia, Hario Kartiko Pamungkas mengatakan, selama tahun 2021 Bank Indonesia telah menjalankan fungsi advisory bagi pemerintah daerah, baik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, maupun pengendalian inflasi. Seperti yang kita ketahui bahwa selama tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Provinsi Maluku Utara, dari kuartal 1 sampai dengan kuartal 3 selalu berada pada posisi 3 besar di Indonesia.

Lanjut Hario, inflasi Maluku Utara, tercatat rendah dan stabil sepanjang 2021, hal ini tak lepas dari koordinasi yang baik dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Seluruh Maluku Utara. Selain itu telah terdapat Kerjasama Antar Daerah (KAD) antara Provinsi Maluku Utara dengan Provinsi Jawa Timur, serta Provinsi Maluku Utara dengan Provinsi Sulawesi Utara.

“Kerjasama ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi khususnya dalam memastikan ketersediaan pasokan komoditas volatile food antara lain ikan dan ayam. Selain itu, terdapat beberapa pencapaian penting yang diraih di tahun 2021,” jelasnya, , Rabu (24/11).

Pertumbuhan jumlah merchant pengguna QRIS di Maluku Utara, telah mencapai angka 198 persen. Dimana angka tersebut merupakan jumlah pertumbuhan tertinggi dalam program QRIS 12 juta merchant secara nasional.

” TPID Provinsi Maluku Utara, berhasil masuk sebagai nominasi TPID terbaik se-Sulampua (Sulawesi, Maluku dan Papua). Bank Indonesia juga berhasil meningkatkan produktivitas UMKM binaan klaster ketahanan pangan, serta berhasil meningkatkan jumlah UMKM mitra sebanyak 8 UMKM,” terangnya.

Bank Indonesia, kata Hario, juga senantiasa mendorong digitalisasi UMKM, antara lain melalui event Torang Go Digital dan Pesona Kie Raha.

“Selama 2021, Bank Indonesia terus mengembangkan UMKM di Provinsi Maluku Utara, dengan melakukan berbagai pelatihan maupun expo seperti Festival Ekonomi Syariah (Feksyar), Karya Kreatif Indonesia (KKI), dan event nasional Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI),” katanya.

” Kami juga memberikan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) dengan total sebesar 4,6 Miliar Rupiah di Tahun 2021 dari mulai Beasiswa, Kepedulian Sosial, sampai Pengembangan UMKM di Provinsi Maluku Utara,” imbuhnya.

Untuk menghadapi tahun 2022, Bank Indonesia, memiliki beberapa rekomendasi sebagai antara lain, rekomendasi terkait perkembangan perekonomian Maluku Utara, mendorong stimulus sektor pertanian dan perikanan untuk meningkatkan pasokan pangan, meningkatkan kesejahteraan dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

” Meningkatkan animo generasi muda, untuk berkecimpung lapangan usaha pertanian, kehutanan dan perikanan melalui digitalisasi dan implementasi program yang inovatif dan mendorong dukungan, koordinasi dan pendampingan pelaku industri pengolahan untuk memaksimalkan potensi masyarakat lingkar tambang, sehingga tercipta multiplier effect pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Tak hanya itu, tambah Hario, BI juga mengakselerasi pelaksanaan vaksinasi covid-19, kepada masyarakat, serta mengintensifkan komunikasinya guna meningkatkan keyakinan dan optimisme pemulihan ekonomi. (Dickhy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *