Wahda Bebas Dari Penjara Setelah Sepakat Damai dan Kembalikan Harta Waris Anak Tiri

  • Whatsapp

TERNATE, MALUTTODAY.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara, resmi menghentikan kasus dugaan tindak pidana penggelapan dan penyerobotan yang dilakukan oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Utara dari fraksi Gerindra, Wahda Z Imam.

Wahda sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus berkaitan dengan harta gono-gini mendiang istrinya.

Kini Wahda dan anak tirinya telah berdamai dan resmi mencabut laporan polisi, setelah dilakukan gelar perkara di kantor Ditreskrimum Polda Maluku Utara, Selasa (23/11).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Malut Kombes (Pol) Dwi Hindarwana melalui Kabag Wasidik AKBP Hengky Setiawan kepada awak media mengatakan, pihaknya telah melakukan kesepakatan damai perkara yang ditangani antara pelapor dan terlapor.

“Perkara ini telah dinyatakan selesai oleh penyidik, Polda Maluku Utara,” jelas Hengky.

Hengky bilang, hari ini Wahda Zainal Imam resmi dikeluarkan dari Rumah Tahanan (Rutan) Polres Ternate.

“Terhitung hari ini beliau sudah bebas dari Rutan Polres, karena sudah ada gelar perkara berkeadilan atau Restorative Justice (RJ) dan tinggal menunggu surat penghentian penyidikan,” pungkasnya.

Sementara itu Kuasa Hukum Pelapor, M. Bahtiar Husni mengatakan kesepakatan damai ini dilandasi dengan surat kesepakatan damai dari pihaknya dan terlapor.

“Dalam surat kesepakatan damai, telah disepakati apa yang dikuasai terlapor adalah harta murni dari almarhumah istrinya, bukan harta dari terlapor,” katanya.

Bahtiar menambahkan dari harta tersebut telah diakui terlapor secara dan telah dikembalikan kepada ahli waris yang sah, yakni anak-anak almarhumah, Stanley Sugiarto, Richard Sebastian Sugiarto dan Lovely Nathania Sugiarto.

“Setelah hari ini seluruh harta dikembalikan harta itu, sesuai kesepakatan damai yang dituangkan dalam akta notaris, akan sama-sama ditandatangani,” jelasnya.

Bahtiar bilang, aset yang telah disepakati bersama berupa empat unit Rumah Toko (Ruko), satu unit rumah, sebuah tanah di Sofifi dan dua unit mobil.

“Yang dilaporkan hanya Ruko dan rumah, setelah perjalanan disepakati tanah yang di Sofifi dan dua unit mobil, semua telah dikembalikan,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *