Polda Malut Serahkan 2 Tersangka Anggota DPRD ke Jaksa

  • Whatsapp

TERNATE, MALUTTODAY.com – Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara, melakukan tahap II berkas dan tersangka dalam dua kasus yang melibatkan dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ke Jaksa Penuntut Umu (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Senin (11/10).

Kasus yang pertama ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara, dengan tersangka atas nama Wahda Zainal Imam, dalam kasus dugaan melawan petugas lalu lintas (Polantas).

Kasus yang kedua ditangani Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara, dengan tersangka atas nama Amin Drakel.

Dalam kasus tersebut melibatkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Utara atas nama kasus dugaan tindak pidana pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Penyidik Ditreskrimum dan Wahda mendatangi kantor Kejati Maluku Utara menggunakan kemeja putih dan celana hitam pukul 10:30 WIT. Kendaraan roda empat dengan Nomor Polisi (Nopol) DB 1314 MM, yang digunakan WZI saat peristiwa itu juga telah diserahkan ke jaksa.

Pukul 12:09 Wahda keluar dari Kejaksaan dan dijemput langsung driver pribadinya dan kembali ke kediaman.

Sedangkan penyidik Ditreskrimsus dan Amin Drakel didampingi kuasa hukumnya mendatangi kantor Kejati Maluku Utara, pukul 14:22 dan keluar pada pukul

Wahda kepada wartawan mengatakan, dirinya sangat bersyukur dalam kasus yang menyeret dirinya dalam tahap II, Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak menahan dirinya.

“Kita tunggu dari jaksa, kapan diserahkan ke pengadilan, AllhamdulillahJaksa dan Polisi tidak menahan, baik dari aspek pasal yang ditentukan,” jelas Wahda.

Wahda menambahkan, dalam kasus ini dirinya sangat kooperatif dalam mengikuti perkembangan kasus tersebut.

“Saya sangat kooperatif, apa yang dipanggil oleh penyidik mengenai kasus ini saya datang,” pungkasnya.

Sementara itu Amin Drakel melalui kuasa Hukum Fadli Tuanane mengatakan mengatakan proses tahap II yang dilakukan penyidik ke jaksa sesuai apa yang diharapkan.

“Kami memberikan apresiasi kepada Polda, karena proses tahap II sesuai yang kita harapkan,” jelas Fadli.

Fadli bilang, sampai saat ini kliennya masih tetap kooperatif dan menjunjung tinggi proses yang sedang berjalan.

“Klien kami masih kooperatif sampai proses persidangan, sampai saat ini kami juga berupaya untuk penyelesaian dengan korban,” pungkasnya.

Terpisah Kasi Penkum Kejati Maluku Utara, Richard Sinaga saat dikonfirmasi membenarkan Polda Maluku Utara melakukan tahap dua, tersangka anggota DPRD Maluku Utara.

“Iya betul. Hari ini kami dari Kejati Malut telah menerima tahap II penyerahan tersangka Amin dan barang bukti kasus ITE dari penyidik Dit Reskrimsus Polda,” jelas Richard.

Richard bilang, setelah menerima tersangka dan barang bukti pihaknya melalui JPU akan melimpahkan berkas tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Ternate untuk disidangkan.

“Naah, kapan diserahkan ke pengadilan nanti disesuaikan. Tapi kalau semua adminitrasi sudah lengkap segera dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *