LPTQ Secara Sepihak Coret Peserta Asal Halteng, Bupati Edi Langkara: Ini Sikap Arogan

  • Whatsapp

HALTENG, MALUTTODAY. com – Bupati Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Edi Langkara menyesalkan sikap Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Provinsi Maluku Utara (Malut) yang mencoret dan mengganti peserta terbaik asal Halteng.

Qori golongan dewasa putra bidang lomba tilawatil qur’an, peserta terbaik yang pernah juara 1 Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tingkat Provinsi Maluku Utara yang dicoret atas nama Firmasyah Abuyusuf dari seleksi tilawatil qur’an tingkat nasional.

Padahal, Pemerintah Daerah (Pemda) Halteng bersama masyarakat berkomitmen untuk berpartisipasi penuh menyukseskan pelaksanaan STQ tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Sofifi, Ibu Kota Provinsi Malut pada tanggal 16 sampai 22 Oktober 2021.

“Wujud komitmen Pemda dan masyarakat, telah mengikutkan qori terbaik asal Halteng pada tahapan STQ tingkat Provinsi Malut, yang dilaksanakan di Gosale,” ucap Edi Langkara, Kamis (30/09).

Lanjut Edi, qori asal Halteng menduduki peringkat pertama sebagai juara terbaik satu, qori golongan dewasa putra bidang lomba tilawatil qur’an.

“Dalam tahapan training center, LPTQ Provinsi Malut secara sepihak telah mengganti perwakilan Halmahera Tengah dengan peserta dari daerah lain yang menduduki peringkat dibawahnya, tanpa alasan yang pasti,” sesal Edi.

Edi juga bilang, untuk itu pihaknya sampaikan bahwa qori yang berlomba dalam ajang STQ tingkat provinsi yang telah dilaksanakan di Ternate adalah perwakilan yang membawa nama baik daerah dan masyarakat Halteng.

“Keputusan sepihak dari LPTQ, kami anggap melecehkan niat baik dan komitmen kami untuk berpartisipasi dalam menyukseskan penyelenggaraan STQ tingkat nasional di Sofifi,” sesalnya.

Wasekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) partai Golongan Karya (Golkar) ini menambahkan, keputusan sepihak yang dilakukan oleh oknum LPTQ tanpa melalui prosedur, normal dan ketentuan organisasi sebagaimana diatur dalam pedoman musabaqah dan perhakiman.

“Ini sikap arogan yang mencerminkan tidak etisnya sebuah lembaga pengemban amanat kesucian nilai nilai qur’ani yang harus dipedomani setiap penyelenggara dan pemangku kepentingan guna mendukung sukses penyelenggaraan STQ nasional,” katanya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Halteng, menolak keputusan penggantian peserta yang dilakukan secara sepihak dan memohon dengan hormat kepada Gubernur selaku Pembina LPTQ Provinsi Malut untuk membatalkan keputusan tersebut.

“Karena keputusan yang diambil LPTQ dan mengembalikan hak peserta atas nama Firmansyah Abuyusuf sebagai perwakilan Maluku Utara pada STQ Tingkat Nasional. Kami akan menyurat resmi kepada kementrian agama RI di Jakarta, Gubernur Malut, LPTQ, bagian Kesra serta ketua umum dan panitia STQ Nasional di Sofifi,” pungkasnya.

Hingga berita ini dipublis wartawan media ini masih mencoba mengkonfirmasi pihak LPTG Malut. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *