Usut Dugaan Korupsi, Kejati Maluku Utara Geledah Kantor Perusda Ternate

TERNATE, MALUTTODAY. com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara, melakukan penggeledahan di Kantor Badan Usaha milik daerah Kota Ternate.

Penggeledahan ini terkait kasus dugaan korupsi penempatan dana investasi pada Perusahaan Daerah (Perusda) PT Bahari Berkesan Kota Ternate, tahun 2016, 2017 dan 2018, sebesar Rp 25 miliar lebih.

Sesuai pantauan wartawan, pukul 16:30 Wit Kejati mulai berdatangan di kantor Perusda, yang terletak di Kelurahan Gamalama, Kota Ternate.

Penggeledahan ini dipimpin langsung Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Maluku Utara M. Irwan Datuiding bersama tim. Penggeledahan ini juga disaksikan Kepala Kelurahan Gamalama, Muhammad Ichsan.

Selain pihak Kelurahan, Kejati Maluku Utara juga melibatkan dua anggota Kepolisian dengan senjata langkap untuk pengamanan.

Pukul 16:45 Wit, penyidik Pidsus Kejati Malaku Utara mulai melakukan penggeledahan dan mengamankan sejumlah dokumen dan sejumlah komputer yang ditemukan di dalam kantor.

Selain dokumen penyidik juga mengamankan obat-obatan milik aputik PT Bahari Berkesan.

Kasi Penkum Kejati Maluku Utara, Richard Sinaga kepada awak media mengatakan penggeledahan terkait dengan kasus dugaan korupsi yang sementara ditangani.

“Hasil penggeledahan ini nantinya kita akan gunakan terhadap saksi yang akan diperiksa, apabila apa yang kita tanyakan kepada saksi-saksi mengatakan data-datanya ada di kantor, kita sudah lakukan penggeledahan jadi tidak ada alasan lagi, data yang diminta itu ada di kantor,” tegas Richard usai penggeledahan, Rabu (29/09).

Richard menambahkan, karena selama penyidikan banyak saksi beralasan data-data yang diminta itu berada di dalam kantor Perusda.

“Untuk data-sata apa saja yang kita dapat, kita juga belum tahu, karena kondisi kantor lampunya mati, dan ada bauh yang menyengat karena ada hewan yang mati, yang kita lakukan ini dalam kegunaan penyidikan,” akunya.

Richard bilang, banyak hal yang harus dicari dalam pengeledahan ini seperti SK pengurusan, Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan mengenai pengelolaan keuangan yang dilakukan Perusda.

“Jadi hasil penggeledahan ini kita bawa ke kantor, jika ada yang menurut kita tidak diperlukan akan dikembalikan,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.