Napi Langgar Tata Tertib Terancam tidak Dapat Remisi, Asimilasi dan Bebas Bersyarat

TERNATE, MALUTTODAY.com – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Maluku Utara, memastikan warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana (napi) tidak akan mendapatkan remisi dan asimilasi COVID-19, bahkan tidak mendapatkan bebas bersyarat jika terbukti melanggar tata tertib di Rumah Tahanan (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Napi yang dipastikan tidak mendapatkan remisi dan asimilasi seperti napi dengan inisial AU alias Adi yang ditetapkan Ditresnarkoba Polda Maluku Utara dan Muhammad Kasim Hafel alias Upi yang kabur dari dalam Lapas Kelas IIA Ternate.

Pesan dari Dirjen Pas, untuk Divisi Pemasyarakatan untuk memegang tiga pesan untuk Rutan dan Lapas di Maluku Utara, pertama untuk mendeteksi dini, pemeberantasan narkoba dan bersinergi dengan Kepolisian, BNNP dan TNI dalam penanganan.

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kemenkumham Maluku Utara, Teguh Wibowo kepada wartawan mengatakan napi oknum napi yang ditetapkan tersangka oleh Polda Maluku Utara sudah pasti tidak mendapatkan haknya.

“Ohh sudah pasti, sekarang dalam tahun berjalan loh, tidak mendapatkan remisi dan tidak bisa diusulkan mendapat pembebasan bersyarakat,” ucap Teguh, Senin (30/08).

Teguh menambahkan, pihaknya telah berkomitmen untuk memberantas narkoba di dalam Rutan dan Lapas, kita telah bersinergi dengan pihak Kepolisian dan BNNP.

“Kita merah putih dalam pemberantasan narkoba. Kita sudah komitmen itu dan saya berterima kasih untuk bersinergi,” ucapnya.

Teguh bilang, dalam kasus ini sudah jelas siapa pemerimanya dan pengirim, ia berharap pihak Kepoisian untuk mengusut tuntas, sehingga menjadi pembelajaran untuk semuanya.

“Siapapun yang terlibat pastinya akan berkaitan dengan hukum, biar jadi pelajaran buat semuanya,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.