Kasus Dugaan Korupsi Kegiatan Haornas Bakal Miliki Tersangka

TERNATE, MALUTTODAY. com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate, Maluku Utara, telah mengantongi nama calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi anggaran kegiatan Haornas tahun 2018 lalu.

Dugaan korupsi anggaran kegiatan Haornas Tahun 2018 dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Ternate sebesar Rp 2,8 miliar dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 2,5 miliar.

Plh Kajari Ternate, Rilke Jeffri Huwae kepada awak media mengatakan dalam kasus tersebut penyidik telah menemukan hasil kerugian negara, hanya saja belum bisa disampaikan.

“Kerugian negara berdasarkan LHP BPK itu ada, berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan Kejari Ternate, sudah terdapat kerugian negara, tetapi apakah kerugian itu sudah valit, masih perlu pendalaman,” ucap Jeffri didampingi Kasi Pidsus Fajar Hidayat dan Kasi Intel Abdullah di ruang kerjanya, Kamis (19/08).

Jeffri menambahkan, dalam kasus tersebut penyidik telah mengetahui siapa saja yang akan menjadi tersangka nantinya, tetapi masih menunggu hasil keputusan.

“Kira-kira siapa yang jadi tersangka, Kejari sudah bisa memprediksi tapi belum sampai pada keputusan, baik nama, jumlah tersangka belum diputuskan,” tegasnya.

Jeffri bilang, publik harus tahu, apa asensi dari kasus Haornas, kegiatan tersebut adalah kegiatan nasional, yang digelar Kementrian Pemuda dan Olaraga (Kemenpora).

“Seluruh pelaksanaan Haornas ini, pelaksanaan kegiatan itu 100 persen dikendalikan oleh Kemenpora, dan semua pekerjaan teknis mulai pelaksanaan sampai pertanggungjawaban itu menjadi kewajiban dari Kemenpora,” katanya.

Asidatun Kejati Maluku Utara ini menambahkan, mengenai hasil pemeriksaan BPK, mengenai Dana Dukung Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, terhadap kegiatan Haornas itu, senilai Rp 1,2 miliar diberikan ke Kemenpora, sisanya Rp 1,6 miliar digunakan Pemkot untuk dana persiapan.

“Anggaran yang dianggarkan untuk Kegiatan Haornas dari pemkot itu Rp 2,8 miliar, di transfer dana dukungan Rp 1,2 miliar langsung ke rekening Kemenpora, sisanya Rp 1,6 miliar dipakai dana persiapan dan BPK menemukan kerugian negara di dana dukungan ini,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.