Oknum Polisi Setubuhi Remaja di Dalam Posek Terancam 15 Tahun Penjara dan Dipecat

TERNATE, MALUTTODAY.com – Oknum anggota Polres Halmahera Barat, yang dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara, atas dugaan persetubuhan anak dibawah umur ditetapkan sebagai tersangka.

Tak hanya itu, polisi dengan inisial Briptu NI ini juga diproses Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Maluku Utara dan terancam kena Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Bacaan Lainnya

Kabid Humas Polda Maluku Utara Adip Rojikan kepada wartawan mengatakan dalam kasus tersebut ditangani dengan progres secara cepat dan telah diakui Direktur LSM Daurmala, Nurdewa Safar selaku pendamping korban.

“Saat ini sangat bagus progresnya, dan diakuai oleh pendamping korban, mereka cukup puas pelayanan penyidik Ditreskrimum dan Propam,” jelasnya, Kamis (24/06).

Adip menambahkan, saat ini penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap 9 saksi, termasuk dengan korban, telah meminta visum kepada ahli kesehatan dan penyidik telah menetapkan oknum polisi sebagai tersangka.

“Telah menangkap tersangka, serta ditahan di Polres Ternate dan saat ini dalam tahap pemberkasan dalam waktu dekat berkas akan dikirim ke Kejaksaan,” tegasnya.

Adip bilang, Polda Maluku Utara tidak memberikan toleransi kepada anggota yang melakukan tindak pidana.

“Mengenai kasus ini, kita proses dua jalur, pidana umum, diterapkan pasal dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun,” tegasnya lagi.

Perwira berpangkat Kombes ini menambahkan, jalur kedua, Bidang Propam Polda Maluku Utara akan melakukan sidang kode etik profesi dengan ancaman maksimal di PTDH.

“Kita juga akan ajukan sidang kode etik profesi, melalui Bid Propam dengan ancaman maksimal di PTDH atau di pecat dari dinas Kepolisian,” pungkasnya.

Perlu diketahui, dikutip dari idntimes, peristiwa ini bermula kala korban bersama rekannya hendak melakukan perjalanan dari Bacan menuju Ternate pada Sabtu (13/6/2021). Keduanya melakukan perjalanan darat melalui Saketa, sebelum menyeberang ke Ternate menggunakan kapal feri.

Namun, karena adanya keterlambatan kapal, keduanya harus bermalam. Korban lantas menghubungi saudaranya seorang polwan yang berdinas di Ternate untuk meminta bantuan tempat penginapan.

Sang polwan tersebut lalu meminta bantuan kepada temannya yang merupakan pelaku untuk menjemput dan memberinya penginapan di Polsek Jailolo.

“Namun demikian, kepercayaan yang diberikan ini disalahgunakan ketika menjemput di penginapan itu dibenarkan bahwa ini saudaranya polwan tersebut sehingga yang bersangkutan mau dibawa ke polsek, setelah di polsek terjadilah peristiwa tersebut,” ujar Adip. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *