Soal Harta Warisan, Oknum Anggota DPRD Maluku Utara di Polisikan

  • Whatsapp

TERNATE, MALUTTODAY.com – Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Utara, dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) atas dugaan tindak pidana penggelapan dan penyerobotan.

Laporan tersebut berdasarkan surat tanda penerima lapran nomor : STPL/60/VI/2021/SPKT/ Polda Maluku Utara, yang ditujukan terhadap pelapor dengan inisial WZI.

Bacaan Lainnya

WZI diketahui telah menikah dengan Velti Joshua, yang merupakan ibu dari Stanley Sugiarto, Richard Sebastian Sugiarto dan Lovely Nathania Sugiarto.

Setelah Velti Joshua meninggal dunia, ketiga anaknya mengaku sebagai ahli waris empat rumah toko (Ruko) yang terletak di Kelurahan Mangga Dua, Kota Ternate, meminta haknya untuk ditempat, tetapi tidak diberikan WZI.

Ketiga Anak melalui kuasa hukumnya, M. Bahtiar Husni kepada wartawan mengatakan hari ini dirinya bersama ahli waris telah melaporkan WZI ke Polda Maluku Utara.

“Kita telah laporkan secara resmi, terkait dengan perbuatan yang dilakukan oleh WZI dengan dugaan tindak pidana penggelapan maupun penyerobotan,” jelas Bahtiar dalam konferensi pers, Rabu (09/05).

Bahtiar menambahkan, laporan tersebut mengenai salah satu harta yang ditinggalkan ibu dari tiga kliennya, yang saat ini masih dikuasai WZI.

“Kami sudah ingatkan untuk keluar baik-baik, untuk diserahkan kepada ahli waris, akan tetapi tidak diindahkan oleh WZI, untuk itu kami mengambil langkah tegas,” akunya.

Bahtiar bilang, harta berupa ruko 4 buah ini, merupakan milik ibu kliennya, sebelum menikah dengan WZI, pihaknya memiliki bukti berupa sertifikat ruko atas nama ibu kliennya.

“Ini jelas haknya ketiga klien kami. Ruko tersebut dibeli ibu klien kami, tidak ada kaitan dengan WZi, ada surat pernyataan yang ditanda tangani ibu klien kami dengan mantan suaminya. Seluruh harta yang bergerak atau tidak bergerak itu dikembalikan, kepada anak-anak,” pungkasnya.

Terpisah, WZI ketika dikonfirmasi mengenai dirinya dipolisikan, mengatakan seharusnya mereka melaporkan ke Pengadilan Negeri (PN) untuk membuktikan siapa yang berhak menempati ruko tersebut.

“Mereka lapor salah sasaran, mereka harus masukkan laporan ke pengadilan, untuk dibuktikan ruko itu haknya siapa, bukan lapornya ke Polda,” ucapnya.

WZI menambahkan, ruko tersebut dibeli pada saat setelah menikah dengan almarhumah istrinya, dan tinggal bersama. Intinya istrinya telah ikut bersamanya memeluk agama Islam, otomatis semua harta ketiga anaknya tidak berhak, karena berbeda agama.

“Pada intinya ketiga anak ini Kristen, almarhumah istri saya sudah Islam. Mereka tidak berhak mendapatkan harta warisan karena mereka ini Nasrani,” katanya.

WZI bilang, kenapa dirinya yang mendapatkan warisan, karena ruko tersebut merupakan harta gono-gini dari pernikahan mereka dan siapapun yang akan mewarisi itu tidak mungkin.

“Harta gono-gini, suami istri, saya masih hidup, istri saya sudah meninggal, jadi pewarisnya saya. Apabila ketiga anaknya Islam bisa mendapatkan sebagian warisan peninggalan ibunya,” akunya.

Anggota DPRD Maluku Utara dua periode ini menambahkan, semasa hidup istrinya, ketiga anaknya ini tidak pernah memberikan peluang kepada istrinya untuk berkomunikasi.

“Istri saya semasa hidup, berulang kali untuk berkomunikasi dengan mereka, mereka abaikan. Sekarang sudah meninggal baru mau hartanya, ini kan aneh,” pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Utara saat dikonformasi mengenai laporan tersebut, hingga berita ini dipublis belum memberikan keterangan. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *