Kepala Daerah dan Otoritas Terkait Diminta Kawal Program Sektor Perikanan dan Pariwisata di Malut

  • Whatsapp

TERNATE, MALUTTODAY.com – Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Maluku Utara, menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pengawasan Intern Keuangan dan Pembangunan (Rakorwasin Keubang) Tingkat Provinsi tahun 2021.

Rakorwasin Keubang dipusatkan di Hotel Sahid Bella Kota Ternate dan dihadiri Gubernur Maluku Utara K.H. Abdul Gani Kasuba, Senin (24/05/2021).

Bacaan Lainnya

Kepala BPKP Bidang Pengawasan Penyelenggaraan Keuangan Daerah (PPKD) Dadang Kurnia dalam sambutannya menyampaikan di wilayah Maluku Utara perlu dilakukan pengawasan terintegrasi atas pembangunan sektor perikanan dan pariwisata untuk menilai keselarasan kebijakan dan akuntabilitas implementasinya dalam mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat di Maluku Utara.

“Dari hasil pengawasan ini nantinya diharapkan akan menjadi bahan bagi kepala daerah dan otoritas terkait lainnya dalam mengambil langkah-langkah kebijakan strategis untuk melakukan percepatan dan pengawalan program sektor perikanan dan pariwisata di Provinsi Maluku Utara,” ucapnya.

Sementara Perwakilan BPKP Provinsi Maluku Utara Aryanto Wibowo menyampaikan bahwa Rakorwasin Keubang tingkat Provinsi ini dilatar belakangi dengan isu strategis wilayah Maluku Utara.

“Pengoptimalan keunggulan wilayah sebagai lumbung ikan nasional dan kawasan pariwisata berbasis gugus pulau dan mendorong transformasi perekonomian wilayah dengan meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan berbasis kemaritiman seperti pengolahan hasil laut, wisata sejarah dan bahari,” katanya.

Aryanto menambahkan, isu strategis tersebut akan melaksanakan program kegiatan seperti, mengembangkan pusat-pusat industri pengolahan yang meliputi kawasan industri pengolahan nikel dan bahan tambang lainnya di KI Teluk Weda, kawasan industri pengolahan hasil perkebunan, kawasan industri pengolahan perikanan serta pengembangan pasar dan pelabuhan ikan.

“Selain itu, meningkatkan produktivitas usaha perikanan dan perkebunan termasuk pembangunan pasar ikan yang terintegrasi dengan pelabuhan ikan dan mempercepat pengembangan kawasan pariwisata unggulan seperti wilayah khususnya DPP/KEK Morotai,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *