PN Ternate Kabulkan Pemohon Direktur PT Tamalanrea Karsatama, Kejati: Kasus Tetap Jalan

  • Whatsapp

TERNATE, MALUTTODAY.com – Pengadilan Negeri (PN) Ternate, Maluku Utara menggelar sidang lanjutan praperadilan berkaitan dengan penetapan pemohon insial IB sebagai tersangka yang juga selaku Direktur PT Tamalanrea Karsatama sebagai pemenang dua paket proyek pengadaan kapal Nautika dan alat simulator pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbut) Maluku Utara.

Sidang tersebut dipimpin langsung Hakim PN Ternate Kadar Noh, Senin (05/04/2021).

Bacaan Lainnya

Kasus yang diduga telah terjadi tindak pidana korupsi (Tipikor) ditangani oleh penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Maluku Utara.

Surat penetapan tersangka Nomor:Print-69/02/Fd.1/02/2021 tertanggal 10 Februari 2021 yang diterbitkan oleh termohon yang menetapkan pemohon sebagai tersangka adalah tidak sah. Memerintahkan termohon untuk tunduk dan patuh pada isi putusan ini.

Membebankan biaya perkara kepada termohon yang jumlahnya nihil dan menerima permohonan pemohon untuk selain dan selebihnya.

Kuasa Hukum Direktur PT Tamalanrea Karsatama, Fahruddin Moloku kepada wartawan mengatakan prinsipnya putusan praperadilan, dalam pertimbangan hakim pemeriksa sudah tepat dan jelas.

“Putusan tersebut tepat dan jelas, dimana dalam hal penetapan tersangka sebagaimana dalam Pasal 2 dan 3 UU Tipikor,” jelas Fahruddin.

Fahruddin menambahkan, dalam kasus tersebut seharusnya terlebih dahulu adanya bukti kerugian keuangan negara.

“Dimana bukti dimaksud harus di keluarkan oleh lembaga yang berkompeten secara konstitusional seperti BPK RI dan BPKP atau akuntan publik yang ditunjuk berdasarkan UU,” jelasnya.

Fahruddin bilang, pada perkara ini hakim pemeriksa tidak menemukan bukti adanya kerugian keuangan negara yang konstitusional sehingga beralasan hukum untuk dikabulkan. “Hakim tidak menemukan bukti adanya kerugian negara,” katanya.

Terpisah Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Malut, M. Irwan Datuiding kepada wartawan malam ini mengatakan, putusan PN Ternate pihaknya menerima, tetapi kasus tersebut penyidikannya tetap berjalan.

“Sesuai amar putusan hakim prapreadilan penetasan tersangka IB itu tidak sah, karena tidak sesuai dengan ketentuan,” akunya.

Irwan bilang, penetapan tersangka dibatalkan tetapi tidak semerta merta menghentikan penyidikan kasus tersebut.

“Yang tidak saja hanya penetapan tersangkanya, tetapi perkara tersebut tetap jalan,” tegasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *