Polda Malut Tetapkan 2 Tersangka Kasus Jembatan Air Bugis, 1 Diantaranya Meninggal Dunia

  • Whatsapp

TERNATE, MALUTTODAY.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimus) Polda Maluku Utara (Malut) menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi jembatan Air Bugis di Desa Auponhia, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula.

Kedua tersangka, yakni inisial HT merupakan kontraktor yang diketahui telah meninggal dunia dan Direktur PT Kristi Jaya IH.

Bacaan Lainnya

Direktur Reskrimsus Polda Malut Kombes Pol Alfis Suhaili dalam konferensi pers mengungkapkan, dalam kasus tersebut pihaknya telah menetapkan dua orang tersangka.

“Ada dua yang kita tetapkan sebagai tersangka, yang pertama HT, tetapi yang bersangkutan telah meninggal dunia dan akan kita hentikan. Yang kedua IH, kita akan segera mungkin lengkapkan berkasnya untuk dikirim ke JPU,” jelas Alfis didampingi Kabid Humas Polda Maluku Utara Kombes Pol Adip Rojikan, Jumat (19/03).

Alfis menambahkan, dalam kasus ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan saksi-saksi sebanyak 22 orang.

“Dari Dinas PUPR Kepsul 7 orang, dari PT tersebut sebanyak 2 orang, dari ULP 3 orang, bendahara umum 1 orang, dan pihak-pihak terkait sebanyak 9 orang, total 22 saksi,” jelasnya, sembari mengatakan 5 orang ahli juga ikut diperiksa.

Alfis bilang, pihaknya telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang bukti (BB) berupa surat perjanjian kontrak, dokumen pencairan dana dan rekening koran milik tersangka.

“Kami telah menyita sejumlah BB dalam kasus tersebut,” tegasnya.

Perwira berpangkat Kombes ini menambahkan, dari perhitungan kerugian negara dari BPKP Maluku Utara, terdapat kerugian negara mencapai Rp 3,7 miliar lebih.

“Kerugian negara capai Rp 3,7 miliar lebih, dari total anggaran senilai Rp 4,2 miliar yang dianggarkan dari APBD Kepsul tahun 2017,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *