Wartawan Online di Halsel Diduga Dianiaya

  • Whatsapp
Wartawan media online Sidikkasus.com biro Halmahera Selatan, Rifaldy Ishak. (foto: Ilham Lakoda)

HALSEL, MALUTTODAY.com – Wartawan media online Sidikkasus.com biro Halmahera Selatan, Rifaldy Ishak diduga dianiaya Riswan (30). Peristiwa penganiayaan terjadi tepat disamping bank BNI Kota Labuha, Senin (1/3/2021) kemarin, sekira pukul 17:40 Wit.

Rifaldy menceritakan insiden itu berawal, saat korban mencari donatur untuk ulang tahun ke II media-nya. Sehingga korban bertemu dengan Kepala Desa Tuwokona, Kecamatan Bacan Selatan, Santi Awal, tiga hari sebelum kejadian.

Bacaan Lainnya

Ia bertemu Santi di tempat wisata Posi-Posi. Dalam pertemuan itu, tiba-tiba Santi menanyakan perihal latar belakang perkawinan Riswan. “Dia Riswan sudah cerai dengan dia pe istri atau belum” tanya Santi pada Rifaldy.

Korban pun menjawab apa adanya dengan mengatakan “Riswan itu belum cerai dengan dia pe istri, bahkan dia pe anak 3 orang”.

Kemudian pada Senin (1/3) kemarin, sekira pukul 15:00 Wit, pelaku menghubungi korban Rifaldy melalui sambungan telepon untuk bertemu. Koban pun menyanggupi bertemu dengan pelaku ditempat yang telah disepakati. Namun, baru saja korban tiba, pelaku lantas menghantamnya dengan kursi.

“Dia pukul di belakang pake kursi kayu, turus kepala dan dia injang-injang pake dua kaki. Turus dia pukul di bagian telinga kiri dan kanan, disaksikan kepala Desa Santi Awal,” cetusnya.

Korban menduga, penganiayaan terhadap dirinya lantaran termakan provokasi. Dimana oknum kepala desa menyampaikan pada pelaku, bahwa korban mengatakan pelaku pria yang suka mabuk-mabukan dan banyak istri.

“Padahal saya tidak pernah sampaikan. Dia (Santi) coba kase provokasi di Riswan,” katanya.

Sementara itu, pelaku Riswan saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya merasa difitnah oleh korban di hadapan Kepala Desa, Santi Awal.

“Kades telepon saya dan bilang Rifaldy cerita kalau saya sudah kawin, anak tiga dan belum cerai serta suka minum-minuman keras dan kawin banyak,” kata pelaku.

“Saya tidak suka kalau pribadi saya ada yang campuri. Jadi jangan coba-coba campuri saya punya pribadi, sebab saya tidak takut dengan siapa pun,” tambahnya.

Pelaku diketahui berstatus suami orang dan diduga menjalin hubungan dengan oknum Kades Tuwokona, Santi Awal yang berstatus janda.

Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Desa Toakona, Santi Awal masih berusaha dikonfirmasi. (Iham)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *