Jaksa Sudah Kantongi 3 Nama Calon Tersangka Kasus Dana Panwaslu Halut

  • Whatsapp

TERNATE, MALUTTODAY.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara telah mengantongi tiga nama calon tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Halmahera Utara.

Dalam kasus tersebut, temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai penyalahgunaan dana hibah Panwaslu Kabupaten Halmahera Utara tahun 2015 sendiri senilai Rp 3,080 miliar, dari total anggaran yang bersumber dari APBD sebesar Rp 4,8 miliar. Kemudian telah diverifikasi oleh Inspektorat dan temuannya hanya tersisa Rp 96 juta.

Bacaan Lainnya

Saat ini Kejari Halmahera Utara meminta BPK melakukan perhitungan kembali, berapa banyak kerugian negara dalam kasus tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Halut, I Ketut Tarima Darsana kepada wartawan mengatakan, dalam kasus tersebut dirinya telah melaporkan kepada Kajati Maluku Utara Erryl Prima Putra Agoes.

“Saya sudah lapor kepada pimpinan, sudah ada tiga calon tersangka dalam kasus tersebut,” tegas Tarima di depan kantor Kejati Maluku Utara, Selasa (23/02/2021).

Hanya saja, Tarima belum mau menyebutkan siapa saja calon ketiga tersangka dalam kasus tersebut, sebelum hasil perhitungan kerugian negara keluar dari BPK.

“Saya belum bisa sebutkan, sebelum itu (kerugian negara) turun dari BPK, muda-mudahan turun sebelum saya sertijab,” ucapnya.

Disentil dengan peraturan baru Kejaksaan Agung, soal penetapan tersangka tanpa menunggu perhitungan negara dari BPKP atau BPK, Tarima bilang, saat ini pihaknya bisa langsung menetapkan ketiga calon tersangka ini, menjadi tersangka.

“Iya benar, cuman kondisi kita di Tobelo kan berbeda, makanya dalam kasus Panwaslu kami menunggu hasilnya dari BPK sudah keluar, kita tetapkan tersangka dan langsung dilakukan penahanan,” pungkasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *