Jemput Paket Ganja, Pegawai Lapas Diringkus Polisi

  • Whatsapp

TERNATE, MALUTTODAY.com – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Ternate meringkus oknum pegawai Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Ternate, Senin (23/11/2020).

Oknum pegawai dengan inisial I.S alias Ibnu (21)
diringkus di Kelurahan Stadion, Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara (Malut). Saat mengambil paket narkoba jenis ganja di salah satu jasa pengiriman.

Bacaan Lainnya

banner 1280960

banner 750449

Ibnu yang saat itu menggunakan seragam dinas itu, langsung digiring ke Mapolres. Pihak kepolisian meminta Ibnu untuk membuka paket kiriman. Terdapat dua lembar baju yang di dalamnya didapat sembilan sachet plastik bening ukuran besar dengan berat 211 gram.

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Ternate, AKBP Aditya Laksimada dalam konferensi pers mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat, dalam setelah dilakukan pemantauan benar adanya.

“Setelah dilakukan pengembangan, pengakuan tersangka barang yang dia (Ibnu) ambil merupakan barang si Bayu, yang merupakan salah satu napi di Lapas Kelas IIA Ternate,” jelas Aditya di Mapolres, Selasa (24/11/2020).

Aditya menambahkan, saat ini pihaknya terus melakukan pengembangan, apabila kedepannya oknum napi di Lapas Kelas IIA Ternate terbukti ada hubunganya degan Ibnu, pihaknya akan menindaklanjuti.

“Jika oknum napi itu terbukti, akan kita tetapkan sebagai tersangka, dan saat ini kami akan koordinasi dengan pihak Lapas,” jelasnya.

Aditya bilang, atas perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 111 ayat (1) dan 114 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Tersangka terancam 20 tahun penjara,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Devisi Pemasyarakatan (Kadiv-Pas) Kemenkumham Malut Muji Raharjo saat dikonfirmasi wartawan membenarkan hal tersebut, dan pihaknya mendukung proses hukum pihak Kepolisian.

“Ia benar, dan kami sangat mendukung proses hukum dari polisi,” jelasnya.

Muji bilang, pihakya tidak mentolerir pegawai yang melakukan tindak pidana, apalagi kasus narkotika. Untuk itu dirinya akan mengajukan surat pemecatan kepada Kementerian terhadap oknum pegawai tersebut.

“Kami akan ajukan pemecatan untuk dia, itu sanksi yang tepat, karena mencoreng nama institusi,” katanya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *