Sempat Berkecil Hati, Anak Yatim Piatu, Sekuriti Kejari Ternate ini Lulus Bintara Polri

  • Whatsapp

TERNATE, MALUTTODAY.com – Dhilan Rafly Djunaidi anak dari pasangan Djunaidi Hamdjah dan Hamisyah Abdullah merupakan salah satu dari 288 peserta yang lulus dan menjadi siswa Bintara Polri 2020.

Kedua orang tua Dhilan diketahui telah meninggal dunia. Sebelum dinyatakan lulus dan diterima menjadi siswa Bintara Polri, Dhilan adalah sekuriti di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate.

Bacaan Lainnya

banner 1280960

banner 750449

Alumni SMA II Kabupaten Halmahera Utara (Halut) ini dinyatakan lulus dan memenuhi syarat dalam sidang terbuka penentuan kelulusan akhir, pada Sabtu (14/11) kemarin.

Security tersebut atas nama Dhilan Rafly Djunaidi. Lulusan SMA N II Kabupaten Halmahera Utara (Halut) di ketahui ia sebagai anak Yatim Piatu.

Panitia Daerah Polda Malut dalam sidang tersebut mengumumkan bahwa dari 1.941 peserta yang mendaftar, hanya 288 dinyatakan lulus, termaksud Dhilan Rafly Djunaidi.

Dhilan dalam pesan tertulis yang diterima Maluttoday, Senin (16/11/2020) mengatakan, dirinya tak menyangka akan lulus dalam seleksi penerimaan polisi. Karena dengan berlatar belakang keluarga yang kurang mampu dan juga merupakan seorang anak yatim-piatu yang hanya dibesarkan oleh neneknya.

“Saya sempat berkecil hati, karena hanya bermodalkan kemampuan, tekad kuat dengan belajar dan berusaha sungguh-sungguh. Sedangkan dari segi finansial saya tidak mampu, apalagi rumor yang beredar kalau masuk polisi bukan hanya butuh kemampuan skill perorangan tapi juga membutuhkan dana yang besar,” kata Dhilan yang akrab disapa Dani ini, Senin (16/11/2020).

Warga Kelurahan Kampung Pisang, Kota Ternate ini berpesan kepada teman-teman seperjunganya, yang belum lulus dalam seleksi kali ini jangan berkecil hati, tetap berusaha dan berdoa dalam menggapai cita-cita.

“Kepada teman-teman jangan berkecil hati, harus tetap semangat. Terima-kasih untuk bapak Kapolda Malut melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Malut yang telah melaksanakan seleksi secara penerimaan Polri secara Bersih dan Transparan,” ucapnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Malut AKBP, Adip Rojikan mengatakan, Dani merupakan contoh bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Malut bahwa masuk polisi tidak dipungut biaya.

“Dan, apabila ada oknum yang bisa menjanjikan kelulusan agar dapat melaporkan hal tersebut kepada panitia karena hal tersebut tidak benar,” tegas Adip.

Tambahnya, bahwasanya yang dapat meluluskan diri menjadi anggota Polri bukan orang lain melainkan diri sendiri. Tentunya disertai doa dan usaha serta tekad yang sungguh-sungguh. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *