Reses, IMM Malut Menitipkan Sejumlah Permasalahan ke Anggota DPD RI Husain Syah

  • Whatsapp

TERNATE, MALUTTODAY.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Maluku Utara (Malut) menitipkan sejumlah masalah ke anggota DPD RI dapil Malut Husain Syah dalam kesempatan reses.

Ketum DPD IMM Malut, Alfajri A. Rahman menyampaikan, banyak terima kasih kepada anggota DPD RI, Husain Syah yang bersedia bersilaturahmi dengan DPD IMM, maka banyak hal yang menjadi “pekerjaan rumah” untuk anggota DPD.

Bacaan Lainnya

“Salah satunya wacana otonomi khusus (Otsus) tentunya IMM sebagai organisasi gerakan akan membantu agar Malut segera mungkin ada kekhususnya. Apalagi, Maluku Kie Raha memiliki sejarah cukup panjang dalam memperjuangkan NKRI,” jelas Aji dalam kegiatan silaturahmi gagasan bertempat di kedai Aceh, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecmatan Ternate Selatan, Kamis (22/10/2020).

Aji menambahkan, tidak hanya itu ada perwakilan DPD dan DPR RI, semestinya Otsus menjadi isu bersama dalam penguatan pembangunan daerah.

“Isu tentang Otsus telah menjadi wacana publik Malut, sehingga bagaimana sikap anggota DPD RI sebagai lokomotif Otsus, serta dukungan kepala daerah kabupaten/kota,” cetusnya.

Aji bilang, jika Otsus sebagai solusi percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, maka IMM sebagai organisasi strategis akan menjadi kekuatan politik.

“Kami juga tanyakan bagaimana tahapan perjuangan dan keterlibatan Pempus dalam mendorong Otsus,” ungkapnya.

Kata Aji, IMM juga menitip pesan terkait RUU Omnibus Law saat ini sangat menyita perhatian. Bahkan di Malut sendiri para mahasiswa dari berbagai kampus dan OKP terus memperjuangkan serta menolak agar RUU Cilaka segera dicabut.

“Semoga pak Sultan Tidore bisa memperjuangkan hak-hak rakyat Malut di Senayan, terutama juga masalah Omnibus Law, bila perlu bisik ke presiden agar dicabut,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut anggota DPD RI Dapil Malut, Husain Syah menjelasakan berbagai macam saran dan masukan IMM terutama isu Otsus dan Omnibus Law menjadi perhatian juga sebagai anggota DPD RI.

“Perjuangan agar Malut Otsus harus ada dukungan semua stakeholder baik pemerintah dan organisasi strategis termasuk IMM.

Husain Syah yang juga Sultan Tidore itu mengaku dirinya juga sudah memperjuangkan Otsus.

“Tapi perlu saya tegaskan Otsus ini adalah kepentingan kita secara bersama dan bukan pribadi. Maka perlunya ada itikad baik Pempus,” jelasnya.

Sementara itu, kata Husain, untuk Omnibus Law sendiri, ada beberapa pasal yang perlu ditinjau kembali oleh Presiden, karena ketika Omnibus Law disahkan secara otomatis merugikan pribumi lebih khususnya di wilayah Malut.

“Saya berpesan kepada mahasiswa jangan pernah merasa letih dengan perjuangan penolakan Onimbus Law, terus berjuang namun dengan santun jangan sampai ada yang menjadi korban. Jika ada mahasiswa yang korban tentunya menjadi lemah kekuatan dalam berjuang,” harapnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *