7 Tahun DPO, Son Karyose Ditangkap Tim Gabungan Kejaksaan di Jakarta

TERNATE, MALUTTODAY.com – Tim gabungan Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejati Malut meringkus Son Karyose (41 tahun) di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Jumat (28/08/2020).

Penjemputan pria asal Kabupaten Pulau Morotai ini, dilakukan Kejati Malut dan Kejari Ternate yang dipimpin oleh Asisten Intelijen Efrianto dan Asisten Pidana Khusus Kejati Malut M Irwan Datuiding.

Bacaan Lainnya

Mereka tiba di Bandara Babullah Ternate pukul 12.30 Wit menggunakan pesawat Batik Air.

Son Karayose masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 2013, merupakan terpidana kasus korupsi penyalahgunaan bantuan sarana UEP nelayan untuk bantuan penanggulangan bencana alam dan kerusuhan pada Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara tahun anggaran 2007 yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 1,3 miliar lebih.

“Hari ini yang bersangkutan (terpidana) sudah kita bawa kesini (Ternate), langsung kita laksanakan eksekusinya. Kami bawa ke Rutan Ternate,” jelas Asintel Kejati Malut Efrianto saat diwawancarai di bandara Babullah, Sabtu (29/8).

Efrianto menambahkan, Son ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) oleh Kejaksaan sejak 2013 setelah diputus bersalah oleh Mahkamah Agung (MA) melalui putusan tingkat kasasi nomor 199 K/pid.sus/2011.

“Dalam putusan kasasi, Son divonis bersalah dan dipenjara 4 tahun, denda Rp 50 juta, bila denda tidak dibayar maka diganti kurungan 3 bulan kurungan,” ujar Efrianto.

Untuk diketahui, dalam kasus itu, Pengadilan Negeri Ternate melalui putusan nomor 143/Pid.Sus/2009/PN.TTE. tanggal 29 April 2010 memutus Son Karyose tidak bersalah. JPU pada Kejaksaan Negeri Ternate kemudian mengajukan kasasi ke MA.

Ditingkat kasasi, MA memutus mengabulkan permohonan kasasi JPU dan membatalkan putusan PN Ternate. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *