Praktisi Hukum Nilai Polda Tidak Tegas Tangani Kasus Oknum Anggota Deprov Malut

Praktisi Hukum Universitas Khairun Ternate, Abdul Kader Bubu. (foto: Samsul/Maluttoday)

TERNATE, MALUTTODAY.com – Praktisi hukum di Ternate, Abdul Kader Bubu menilai Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara tidak tegas dalam menangani kasus dugaan pencemaran nama baik yang melibatkan oknum anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Amin Drakel.

Dade sapaan akrab Abdul Kader Bubu kepada wartawan mengatakan, kasus ini telah dilakukan gelar perkara, tetapi saat ini status Amin Drakel terkesan disembunyikan.

Bacaan Lainnya

“Gelar perkara telah dilakukan, ini harus diumumkan secara terbuka, bagaimana status Amin Drakel,” ujar Dade, Senin (24/08/2020).

Lanjut Dade, Amin Drakel merupakan pejabat publik, sehingga penting Polda segera umumkan statusnya. Sehingga Polda tidak terkesan tertutup dalam menangani kasus tersebut. Apalagi, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut sudah menyurat, mempertanyakan perkembangan kasus tersebut.

“Segera umumkan hasilnya, sehingga kita juga tahu statusnya. Apalagi Amin Drakel adalah pejabat publik. Untuk itu, publik harus tahu kepastian hukumnya seperti apa,” katanya.

Dade juga bilang, Amin Drakel merasa terlalu kuat sebagai politisi dengan pihak Polda Malut. Buktinya, kita ketahui bersama ketika penyidik melayangkan surat panggilan tidak diindahkan. Saat ini publik menguji ketegasan Polda Malut untuk memanggil Amin Drakel secara paksa.

“Dipanggil dua kali tidak pernah hadir. Artinya dia (Amin Drakel) tidak menghargai lembaga kepolisian,” cetusnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Malut AKBP Adip Rojikan saat dikonfirmasi mengatakan status Amin Drakel sampai saat ini masih sebatas saksi dan belum ditetapkan sebagai tersangka.

“Tadi saya tanyakan ke Dir Krimsus, belum ditetapkan (sebagai tersangka),” kata mantan Kapolres Bantaeng ini singkat.

Sekedar diketahui, kasus tersebut ditangani tim penyidik cyber crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Malut. Oknum anggota DPRD Provinsi Malut atas nama Amin Drakel ini diduga melakukan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial terhadap Hj Fayakun. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *