Baru Dibangun Sudah Rusak, DPRD Panggil Kadikjar Terkait Kantor UPTD di Halsel

  • Whatsapp
Rapat bersama komisi III DPRD Malut dan Kadikjar Provinsi Malut

SOFIFI,MALUTTODAY.com – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku Utara, memamnggil Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Kadikjar) Provinsi Maluku Utara, Djafar Hamisi untuk menjelaskan terkait pembangunan gedung kantor UPTD Dinas di Kabupaten Halmahera Selatan, yang baru dibangun akan tetapi sudah rusak pada sejumlah titik.

“Kita mendapatkan laporan dari Halmahera Salatan terkait dengan pembangunan fisik  gedung kantor UPTD Dinas Pendidikan, yang laporannya itu terkait dengan kerusakan yang terjadi di sana, ada beberapa eleman dianatranya displangnya mengalami kerusakan, dindingnya mengalami keretakan, kramiknya itu juga mengalami kerusakan, pemasangan meteran listrik mengalami kerusakan dan plafon juga lepas,” kata ketua Komisi III, Zulkifli Umar usai melakukan rapat di Kantor DPRD Malut, Selasa (10/3/2020).

Zulkifli menyebutkan, laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan memamnggil Dinas Pendidikan untuk meminta penjelasan dan perbaikan terhadap kondisi yang ada, dan mendesaknya untuk segera menyelesaikan kegiatan tersebut. Komisi III meminta agar sebelum masa retensi selama 60 hari selesai maka rekanan dan juga petugas pengawas harus memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan pembangunan gendung UPTD Dinas dapat diselesaikan sebelum penyerahan akhir.

“Pekerjaan ini dilakukan oleh CV. Tri Setya Novaria dengan anggaran Rp 552 juta, informasi dari dinas pendidikan bahwa mereka juga mendapatkan laporan yang sama, dan dua hari lalu sudah meminta kepada rekanan untuk turun dan melakukan perbaiakan terhadap kerusakan yang terjadi,” ujarnya.

Komisi III memberikan apresiasi kepada dinas pendidikan yang bergerak cepat dan akan memastikan apakah pekerjaan kantor sesuai dengan laporan atau belum. Rencanya Komisi III pada pekan depan kakan turun langsung untuk melihat konsisinya.

“Kita berharap kualitasnya bagus dan bisa bertahan lama. Harusnya kan bangunan itu sudah dapat difungsikan tetapi karena akibat kerusakan itu makanya tidak bisa difungsikan,” ungkapnya.

Sementara itu Kadikjar Malut, Djafar Hamisi menjelaskan, setelah mendapatkan informasi itu dari cabang dinas, dia langsung meminta untuk memperbaiki secepat mungkin, dan akhirnya pihak rekanan telah mulai bekerja selama dua hari ini.

“Kami sudah perintahkan kepada pihak pelaksana untuk menyelesaikan masalah itu dalam masa retensi ini atau perbaiakan, kami mendapat informasi bahwa pekerjaan itu sudah mualai dilakasanan selama dua hari ini,” ungkapnya.

Tak mau kecolongan lagi, karena ini adalah pembangunan fisik maka dia meminta petugas pengawas dan rekannya di cabang dinas untuk melakukan pengawasan, dan memastikan pelaksanaan  pembanguan akan berlangung sebagaiaman mestinya.

“Kami juga memerintahkan kepada teman-taman di cabang dinas dan petugas pengawas agar turun memantau, dan pastikan 5 item yang rusak ini harus segara di selesaikan, kami merasa prihatin dan kedepannya juga ini menjadi catatan bagi kami,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *