Mendahului Tender, Komisi III DPRD Soroti Pembangunan Masjid Raya Sofifi

  • Whatsapp
Ketua Komsi III DPRD Malut, Zulkifli Hi Umar dan Rosihan saat turun lokasi masjid raya Sofifi

SOFIFI-MALUTTODAY.com –  Pembangunan Masjid Raya Sofifi mendapat sorotan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Provinsi  Maluku Utara. Pasalnya, pengerjaan proyek tersebut dilakukan padahal belum ada tender proyek, akan tetapi telah berlangsung pekerjaan penimbunan dan pengangkutan materil di lokasi masjid.

“Kalau mau melakukan kegiatan proyek yah harus sesuai mekanisme, mulai dari perencanaan, tender lalu pelaksanaan, tapi  ini kan tidak ada tender langsung kerja,” cecar Ketua Komisi III DPRD Malut, Zulkifli Hi Umar saat meninjau langsung ke lokasi masjid raya Sofifi yang berada di jalan kilo 40, Selasa (25/2/2020).

Zulkifli beserta seluruh anggota komisi III ini lalu berdialog dengan pekerja yang berada di lokasi, dari hasil dialog tersebut, para pekerja mengaku bahwa mereka melakukan pekerjaan berdasarkan perintah dari Jamaluddin Wua yang tak lain adalah Kepala Biro Umum Setda Malut. Hal ini membuat Zulkifli dan rekannya di Komisi III cukup geram, karena menurut mereka pekerjaan yang dilakukan ini jelas-jelas menyalahi aturan.

“Jadi semua alat yang digunakan dalam proyek ini punya Udin Motul (Jamaluddin Wua: red), pekerjaan tidak ditender lalu dasar apa dia lakukan pekerjaan, karena pekerjaan ini bukan kerja bakti, ada anggaran yang harus dikeluarkan, jadi kalau dilakukan di luar tendir ini jelas menyalahi aturan,” tegas politisi senior Partai Keadilan Sejahtera itu.

Sementara itu, Jamaluddin Wua saat dikonfirmasi membenarkan alat yang digunakan dalam pekerjaan tersebut adalah miliknya, dia mengaku melakukan itu atas perintah gubernur dan wakil gubernur.

“Langsung tanyakan ke gubernur dan wakil gubernur, yang dilakukan itu hanya penimbunan open space untuk persiapan STQ tingkat nasional pada tahun 2021 mendatang, alat saya ada di situ makanya Pak Gubernur meminta untuk dilakukan pekerjaan itu,” katanya melalui sambungan telpon.

Menurutnya, pekerjaan itu juga dalam rangka menyelamatkan harga diri daerah, karena gubernur telah mengatakan kepada Kementrian Agama Repbulik Indonesia, bahwa Pemprov Malut siap menjadi tuan rumah STQ di ibu kota Provinsi Maluku Utara.

“Bulan depan itukan Pak Menteri Agama akan datang ke Provinsi Maluku Utara, sehingga itu, kita harus ratakan bagian open space untuk lokasi STQ, karena pak menteri akan melihat itu sebagai bagian dari persiapan menghadapi STQ,” ujarnya.

Saat ditanya terkait, sumber anggaran yang akan diambil untuk membiayai pekerjaan itu, Udin menyebutkan mungkin akan dianggarkan pada APBD Perubahan.

“Mungkin nanti dianggarkan pada APBD Perubahan,” jawabnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara, Santrani Abusama selaku dinas pelaksana yang bertanggung jawab dalam pembangunan masjid raya Sofifi mengatakan, pihaknya tidak berani melangkahi aturan jika proyek belum ditenderkan.

“Jelas saya tidak berani melakukan pekerjaan itu kalau belum ditender,” ujarnya.

Menanggapi apa yang sudah dilakukan oleh Udin Motul, Santrani mengaku yang dilakukan itu hanya pembersihan karena ada kunjungan menteri agama, sedangkan pekerjaan pembangunan masjid raya sofifi hingga kini belum ditenderkan.

“Itu hanya pembersihan saja jelang kedatangan menteri agama bulan depan, bukan pekerjaan pembangunan masjid,” tegasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *