Video: Jadi Kurir Narkoba, Oknum PNS Kabupaten Halmahera Selatan Ditangkap BNNP

  • Whatsapp

TERNATE, MALUTTODAY.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara menangkap oknum Aparatur Negeri Sipil (ASN/PNS) yang menjabat sebagai kepala seksi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan (Halsel).

Tersangka berinisial DF alis Jun, ditangkap pada Rabu (29/01/2020) di depan rumahnya di Desa Mandaong, Kecamatan Bacan Selatan, Kabupaten Halsel. Penangkapan tersebut berdasarkan hasil kalaborasi Bea dan Cukai Ternate dan BNNP Malut.

Muat Lebih

Informasi dari petugas Bea dan Cukai Ternate, adanya pengiriman paket ganja dan sabu dari Jakarta tujuan Ternate, dengan menuju Pulau Bacan, Kabupaten Halsel, dengan menggunakan jasa ekspedisi TIKI dengan modus pengiriman onderdil sepeda motor. 

Petugas BNNP Malut langsung bergerak ke Pulau Bacan, dan membekuk tersangka saat menerima paket di depan rumahnya. Berdasarkan hasil investigasi penyidik BNNP Malut, diketahui tersangka menerima dan akan mengirimkan kembali  paket barang haram tersebut berdasarkan permintaan salah satu oknum atas nama Irfan warga binaan (Napi) Lapas  Kelas II A Ternate. 

“Barang Bukti (BB) yang kami amankan, ganja seberat 524 gram. Selain itu ditangan pelaku juga ditemukan narkotika jenis sabu kurang lebih 1,74 gram dan 1 handphone,” ungkap Kepala BNNP Malut Brigjen Pol Edi Swasono dalam konferensi pers, Rabu (05/02/2020).

Edi menambahkan, pihaknya juga sudah mengantongi alat bukti lainnya, selain seperti jejak forensik bukti komunikasi antara tersangka Jun dan Irfan.

“Kita sudah kantongi bukti komunikasi antara keduanya tentang pengiriman barang tersebut,” jelasnya. 

Terpisah, Kepala Devisi Pemasyarakatan (Kadiv Pas) Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Maluku Utara (Malut) Muji Raharjo kepada wartawan mengatakan, pihaknya mempersilahkan pihak BNNP untuk menyidik kasus yang terlibat dengan napi di Lapas Kelas IIA Ternate.

“Jika betul napi terlibat, kami persilahkan pihak BNNP untuk menyidik kasus tersebut,” tegas Muji.

Muji menambahkan, jika terbukti terlibat napi yang disebutkan pihak BNNP Malut, pastinya pihaknya bakal memberikan sanksi tegas kepada oknum napi tersebut.

“Jika terbukti, napi tersebut diberikan sanksi, pencabutan hak remisi, bebas bersyarat dan hak kunjugan sementara dari keluarga,” tegasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *