Bocah 14 Tahun di Ternate Dicabuli dan Disetubuhi Ayah Kandung

  • Whatsapp
ilustrasi

TERNATE, MALUTTODAY.com – Perbuatan A (40) warga di Kecamatan Ternate Tengah, sebagai seorang ayah tidak pantas dicontoh. Bagaimana tidak, seorang ayah yang seharusnya melindungi dan menjaga sang anak, diduga justru tega merenggut masa depan putri kandungnya, dengan mencabuli dan menyetubuhinya.

Awalnya, sebut saja Bunga (14) dicabuli ayah kandungnya sebanyak dua kali sejak September-November 2019.  Namun tindakan ayah bejat ini semakin nekat dan berani hingga menyetubuhi putri kandungnya pada 5 Januari 2020 lalu.

Muat Lebih

Tak mampu menahan beban, Bunga lantas mengadukan kesalah satu keluarganya. Mengetahui kejadian tersebut, keluarga Bunga langsung melaporkan kasus tersebut pada tanggal 22 Januari 2020. Tak butuh waktu lama, satuan Reserse Mobile (Resmob) Polres Ternate langsung mengamankan ayah kandung bunga.

Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Riki Arinanda kepada wartawan membenarkan adanya kasus pencabulan dan persetubuhan badan yang dilakukan seorang ayah kepada anak kandungnya sendiri.

“Tak butuh waktu lama tersangka sudah diamankan dan tersangka sudah mengakui perbuatanya, dan dilakukan persetubuhan di rumahnya sendiri,” jelas Riki kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (28/01/2020).

Riki menambahkan, sejauh ini pihaknya sudah memeriksa Bunga, tak hanya Bunga, dua orang saksi dengan inisial masing-masing, R, (41) dan S (25), juga ikut diperikasa.

“Sejauh ini korban dan dua orang saksi sudah kami periksa,” jelasnya sembari menyebutkan Bunga masih trauma dengan kejadian yang menimpanya.

Riki bilang, pihaknya sudah mengirim Surat Perintah Dimulainya Penyelidikan (SPDP) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate dan dalam waktu dekat akan dilakukan tahap I.

“SPDP kami sudah kirim ke Jaksa. Minggu depan kasus tersebut sudah kami tahap I,” akunya.

Atas perbuatanya, Riki menegaskan tersangka di kenakan pasal 82 ayat (1) jounto pasal 7 (6e) pasal 82 ayat (2) atau pasal 81 ayat (1) jounto pasal 76 (d) jounto pasal 81 ayat (3) undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan ke 2 atas undang-undang RI nomor 23 tentang perlindungan anak  junto pasal 64 ayat (1) KUHP pidana.

“Ancaman hukuman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun penjara, karena dilakukan orang terdekat bisa mencapai 20 tahun penjara,” tegasnya. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *