Dua Kasus Dugaan Korupsi Ditangani Kejati Tidak Ada Progres, Zulkarnain: Kejati Harus Terbuka ke Publik

  • Whatsapp
Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku Utara

TERNATE, MALUTTODAY.com – Koordinator Satuan aksi Anti Korupsi Maluku Utara (Malut), Zulkaknain H, pertanyakan keseriusan Kejaksaan Tinggi Malut dalam menangani dua kasus dugaan korupsi. Pasalnya, dua kasus tesebut, yakni dugaan tindak pidana bantuan dana hibah Pemerintah Daerah Halmahera Timur (Haltim) pada 2018 di APBD Induk dan dugaan tindak pidana korupsi dana hibah 2017 sebesar Rp 5,918 miliar, hingga saat ini tidak jelas progresnya.

Lanjut Zulkarnain, pihak Kejati usai melakukan pmeriksaan Kepala BPKAD Haltim Firdaus Duko dan Kepala BPKAD Halsel Aswin Adam, hingga saat ini penanganan hukum terhadap dua kasus ini tidak jelas lagi.

Muat Lebih

Ia berharap pihak Kejati terbuka ke publik, sudah sejauh mana dua kasus ini ditangani. Apalagi kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

“Usai diperiksa kedua kepala keuangan ini, progres kasus gimana. Karena publik butuh kepastian hukum yang jelas dan bukan yang tak pasti,” kata Zulkarnain, Minggu, (26/01/2020).

Zulkarnain menambahkan, Kepala Kejati Malut Andi Herman seharusnya sudah melakukan evaluasi penanganan sejumlah kasus di intelijen, agar bisa diketahui progres kasus sudah sejauh mana.

“Kami harap, dua kasus punya perkembangan yang baik dan penyidik sudah bisa melakukan pemeriksaan lanjutan lagi kesejumlah pihak-pihak yang terkait,” cetusnya.

Terpisah, Asintel Kejati Malut Astawa saat dihubungi mengaku menyarankan agar menanyakan progres dua kasus ini ke tim penyidik.

“Tanya saja penanganan kasus itu ke Kasi C, saya lagi ikut Kajati ke Malifut agenda Forkompinda,” katanya singkat. (Shl)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *