78 CPNS Halbar Gugur Berkas, Abdul : Dokter Gigi-Radiografer Tak Ada Pelamar

  • Whatsapp

JAILOLO, MALUTTODAY.com – Para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), yang telah terdaftar pada portal sscn.bkn.go.id maupun berkas yang masuk di Badan Kepegawaian dan Diklat (BKD) adalah 1.356 peserta. Walaupun begitu, terdapat 78 pelamar yang gugur dalam verifikasi berkas. Selain itu, juga termasuk Dokter gigi dan ahli pratama Radiografer yang tidak ada pelamar.

“Dari 1.356 orang yang mendaftar, terdapat 78 orang yang tidak memenuhi syarat saat verifikasi pemberkasan. Dengan begitu, dinyatakan gugur,” ungkap Sekretaris BKD Halbar Abdul Latif kepada Maluttoday, Kamis (12/12/2019).

Menurutnya, sejumlah pelamar yang tidak lulus administrasi CPNS karena jurusan Pendidikan tidak sesuai dengan formasi yang dilamar, agreditas kampus dan jurusan yang tidak terdaftar, maupun Surat Tanda Registrasi (STR) untuk Kesehatan. Tetapi jika dipaksakan untuk diluluskan maka dikemudian hari dalam proses penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) tidak akan diproes.

“Bagi yang tidak lulus berkas, akan diberi waktu masa sanggah tiga hari untuk melengkapinya sehingga dapat mengikuti proses seleksi tes,” cetusnya.

Lanjut Abdul, dari daftar rekap pelamar CPNS per formasi dan jabatan tahun anggaran 2019. Jumlah pelamar didominasi tenaga guru sebanyak 772 orang. Diantaranya, guru agama islam dengan kuota 6 yang dilamar 14 orang, bagi guru agama Kristen total kuota 5 dengan jumlah 70 orang, guru bahasa inggris 4 dilamar 70 orang, kuota guru IPA berjumlah 4 yang mendaftar sebanyak 157 orang, guru IPS 4 dengan jumlah pelamar 159 orang, guru Kelas dengan kuota 26 yang mendaftar sebanyak 144, guru Matematika 3 dengan pelamar 69 orang, guru Penjasorkes kuota 9 dengan pendaftar 62 orang, guru PPKN 4 yang mendaftar 24 orang, guru Seni Budaya 2 yang mendaftar 3 orang.

Sedangkan untuk tenaga kesehatan, Adbul mengatakan, pelaksana/terampil Bidan dengan kouta 3 yang mendaftar sebanyak 79 orang, Fisioterapis kuota 1 yang mendaftar 4 orang, Perawat kouta 7 sebanyak 67 orang, perawat gigi 5 dengan jumlah pelamar 16 orang, pelaksana Radiografer 2 dengan jumlah pelamar 9 orang, Teknisi Elektromedis kouta 1 dengan pelamar 1 orang, Administrator Kesehatan 1 dengan pelamar 9 orang, Apoteker 1 yang mendaftar 4 orang, ahli pertama Bidang 1 yang mendaftar 6 orang, Dokter 2 dengan jumlah pelamar 4 orang, Dokter Gigi kuota 3 tetapi tidak yang melamar, Penyuluh Kesehatan Masyarakat 1 dengan jumlah pelamar 11 orang, Ahli Pertama Perawat 1 dengan jumlah pelamar 11 orang, dan Radiografer kuota 1 namun tidak ada pelamar.
Untuk tenaga teknis, Abdul menambahkan, Analis Kemitraan 1 yang mendaftar 4 orang, Analisis Sistem Informasi 1 dengan pelamar 21 orang, Penyuluh Kesehatan dn keselamatan kerja 1 yang melamar 3 orang, Analis Keuangan 1 yang mendaftar 13 orang, Penyuluh Bencana 1 dengan jumlah pelamar 6 orang, Pengelola Promosi dan Informasi Wisata 1 dengan pelamar 16 orang, Analisis perencanaan wilayah perumahan 1 yang mendaftar 11 orang, Penata bangunan Gedung dan Permukiman kouta 1 dengan jumlah pelamar 8 orang, penyuluh keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera 1 dengan jumlah pelamar 25 orang, Pemeriksa Keselamatan Pelayaran 1 yang mendaftar 52 orang, Analisis program penyuluhan 1 dari 12 yang mendaftar, Pranata bencana 1 dari 9 pelamar, Pengawas Koperasi 1 dari 18 orang mendaftar, Auditor 2 dari 29 orang pelamar, pengaws farmasi dan makanan 1 dari 46 orang yang mendaftar, penyuluh pertanian 2 dari 71 pelamar, penyuluh perikanan 3 dari 19 pelamar.

“Hasil Verifiksi berkas pelamar akan dumumkan dalam waktu dekat ini, karena sementara masih lakukan koordinasi dengan BKN pusat,” pungkasnya. (ssd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *