7 Bulan Tak Terima Tukin-Uang Mami, PNS Pemkab Halbar Mengeluh

  • Whatsapp
Foto : Plt. Kepala BPKAD Halbar, Mohammad Marasabessy. (Ist/Maluttoday)

JAILOLO, MALUTTODAY.com – Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat mengeluh dengan Tunjangan Kinerja (Tukin), Uang Makan Minum (Mami), dan honor Beban Kerja, yang belum menerima selama 7 bulan, terhitung sejak Juni-Desember 2019.

Hal itu terjadi, para PNS menduga ini unsur kesengajaan yang dilakukan oleh  Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Muhammad Marasabesy, karena sudah berulangkali dihubungi tetapi tidak digubris.

“Dari mulai 6-7 bulan ini, kami belum menerima tunjangan kinerja, uang makan, maupun honor beban kerja,” ungkap salah satu PNS Pemkab Halbar yang enggan namanya disebutkan kepada Maluttoday, Jumat (6/12/2019).

Hal serupa juga disampaikan oleh PNS lainnya, sikap Kaban Keuangan sangat tidak etis karena hanya PNS yang berada di BPKAD dan Bagian Umum. Yang diberikan haknya dan sementara di Dinas lainnya belum diberikan. Dengan begitu, terjadi diskriminasi.

Walaupun demikian, lanjut dia, dirinya sudah berusaha berkoordinasi hingga berulang kali tetapi tidak membuahkan hasil. Jika ini dibiarkan dan tidak digubris maka hak kami akan hangus. Untuk itu, ia sangat berharap agar segera dibayarkan karena itu adalah haknya.

“Kami sangat berharap agar segera dicairkan. Karena itu adalah hak kami, yang tidak harus ditahan,” pintanya.

Menurutnya, keterlambatan pencairan tunjangan kinerja, uang mami, dan honor beban kerja maka sangat berpengaruh bagi dirinya dan para pegawai lain. Sebab, gaji pokok yang yang dibayarkan setiap awal bulan biasanya sudah diperuntukan untuk membayar berbagai keperluan. Sehingga jika tidak diberikan tunjangannya maka mau tidak mau harus mencari pinjaman atau tambahan.

“Kalau sudah begini , terpaksa ngutang dulu untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga saya,” tandasnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Muhammad Marasabesy, saat dikonfirmasi via WhatsApp, mengatakan soal masalah tersebut nanti hari Senin baru melalui Diskominfo untuk menjelaskan masalah tersebut,” janjinya. (ssd)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *