oleh

Awasi Obat dan Makanan, BPOM Malut Bentuk Tim Koordinasi

TERNATE, MALUTTODAY.com – Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Maluku Utara, menggelar FGD lintas sektoral dalam rangka implementasi inpres nomor 3 tahun 2017 serta keputusan hasil pengawasan yang ditindaklanjuti, untuk membentuk tim koordinasi di tiap kabupaten dan kota di Provinsi Maluku Utara, yang berlangsung di batik hotel Ternate, Selasa (5/11/2019).

“Harapannya dengan kegiatan ini terbentuk tim koordinasi pengawasan pembinaan dan pengawas obat dan makanan di daerah,” kata Kepala BPOM Malut, Sarinah kepada wartawan.

Menurutnya, hal ini menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) nomor 3 tahun 2017 tentang Peningkatan Efektif Pengawasan Obat dan Makanan serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia (Permendagri) Nomor 41 tahun 2018 tentang Peningkatan Koordinasi Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan di Daerah.

“Sejauh ini yang sudah terbentuk hanya di Kota Ternate, sehingga tim koordinasi ini terbentuk di setiap daerah, karena pada tahun 2020 itu ada alokasi dana khusus untuk 9 kabupaten kota di Provinsi Maluku Utara,” ungkapnya.

Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut akan melekat pada Dinas Kesehatan di 9 kabupaten kota, terkecuali Kabupaten Pulau Taliabu yang terlambat memasukan rancangan tim koordinasinya sehingga tidak dapat.

“Tugas tim koordinasi ini ada dua yaitu Pengawasan pelayanan sarana dan kefarmasian dan yang kedua pengawasan industri rumah tangga pangan,” ujarnya.

Diketahui kegiatan ini dibuka oleh Asisten I Gubernur Malut, Umar Sangaji dan diikuti oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kesehatan perwakilan dari seluruh kabupaten kota di Maluku Utara.(®)

Komentar

+Indeks