oleh

Gubernur Berharap Simposium Ekonomi Lahirkan Rekomendasi Pembangunan Daerah

TERNATE, MALUTTODAY.com – Pelaksanaan kegiatan Simposium Ekonomi Nasional yang dilaksanakan oleh Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI), mengambil tema Road map ekonomi Indonesia Timur upaya percepatan pembangunan Nasional, yang berlangsung di aula Maitara Kantor cabang Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara di Ternate, Senin (4/11/2019).

Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba saat memberi sambutan sekaligus membuka seacara resmi menyebutkan, peran ekonomi sangat penting bagi kemajuan daerah, sehingga kegiatan seperti ini wajib mendapatkan dukungan.

“Ini adalah langkah yang tepat dan saya memberikan apresiasi kepada penyelenggara, sudah pasti kami memberikan dukungan bagi kemajuan kita bersama, terutama dari kami Pemerintah daerah untuk mendapatkan pemikiran yang cemerlang dari semua stekholder melalui kegiatan simposium ini,” ungkap orang nomor satu di Pemprov Malut ini.

Gubernur menyebutkan, telah disadari bahwa bidang ekonomi mempunyai peranan yang sangat penting, artinya fundamental bangsa Indonesia ada di sektor ekonomi. Bahkan perang sekarang tidak lagi perang senjata, tetapi perang ekonomi.

“Barang siapa yang menguasai sektor ekonomi dialah yang menjadi negara besar, artinya mahasiswa ekonomi adalah prajurit dan perwira pasukan ekonomi bangsa,” tegasnya.

Dia berharap mahasiswa ekonomi mampu menguasai ilmu ekonomi, bisnis, menajemen, akuntansi dan pembangunan ekonomi supaya perekonomian bangsa semakin baik, untuk itu forum simposium ini sangat penting dilakukan dan mampu memberikan manfaat kepada para mahasiswa dan juga Pemerintah Daerah.

“Saya mengajak kiranya dapat memberikan trobosan di bidang ekonomi yang dapat kita lakukan, sehingga hasil dari rekomendasi simposium ini tak hanya menjadi dokumen yang tak bernilai akan tetapi menjadi referensi bagi pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan,” harapnya.

Gubernur meminta, mahasiswa jangan hanya berteori saja, tetapi juga dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk memajukan bangsa dari sektor perekonomian. Sebab dia mengaku sebagai orang yang bukan berlatar belakang ekonomi tetapi mampu menggerakkan perekonomian dengan berhasil membangun ratusan lembaga pendidikan tanpa menggunakan modal.

“Jika satu orang saja dapat menciptakan lapangan kerja, bahan baku kita terlalu banyak yang dapat memberikan manfaat. Jangan hanya berteori tetapi juga lakukan sesuatu,” jelasnya.

Diketahui, yang menjadi narasumber pada simposium ini adalah Kepala Bappeda Provinsi Maluku Utara, Syamsudin A Kader, Kepala Perwakilan BPK RI Maluku Utara, M. Ali Asyhar, Kapolda Malut, Brigjen Pol Suroto, Akademisi Unkhair, Mukhtar Adam. Sebelumnya acara diawali dengan pelantikan pengurus ISMEI. (*)

Komentar

+Indeks