oleh

Miniatur Negara di Kawasan GBK Halmahera Selatan

Semangat Gotong Royong Sebagai Pusat Migrasi Penduduk

Kabupaten Halmahera Selatan sangat tepat dikatakan sebagai miniatur Indonesia, karena  memiliki  kesamaan karakteristik geografis  dan kemajemukan sosial. Sehingga pemerintah daerah Kabupaten Halmahera Selatan, saat ini berinovasi untuk membangun beberapa miniatur negara disekitar zonasi Gelanggang Olahraga Bahrain Kasuba (GBK).

Kata miniatur menurut pengertian umum adalah tiruan terhadap sesuatu obyek dengan skala yang diperkecil dari aslinya. Melihat pembangunan miniatur negara yang dibangun tersebut  telah memiliki ukuran yang berbeda dengan obyek yang  dibangun sebenarnya di Jakarta antara lain: miniatur monumen nasional (Monas), miniatur istana negara, miniatur gedung MPR RI dan akan dilanjukan dengan miniatur masjid istiqlal dan gereja Katedral serta miniatur lainnya.

Diantara miniatur yang telah dibangun ini, tidak hanya sekedar menjadi simbol bangunan yang berdiri tegak secara fisik tetapi sekaligus mempunyai fungsi ganda untuk bisa ditempati dalam menggelar kegiatan-kegiatan tertentu.

Secara spasial, miniatur negara yang dibangun di atas tanah berukuran 10 hektar, memiliki posisi yang sangat strategis karena berada dalam satu kawasan pengembangan terpadu dan terintegrasi dengan beberapa pembangunan lain dalam kawasan ini.

Kedepan, semua pembangunan dalam arena kawasan ini akan memenuhi berbagai kebutuhan penduduk baik primer, sekunder dan tersier. Sehingga keberadaan dari kawasan ini sangat prospektif  untuk pusat migrasi penduduk ketimbang di tempat yang lain.

Apalagi kawasan ini ditunjang dengan panorama alam laut dan gunung Sibela yang dapat menghadirkan suasana kebatinan kepuasan yang memikat. Ini berarti pilihan pemerintah daerah Kabupaten Halmahera Selatan, dalam menentukan kawasan ini sebagai kawasan pengembangan Kota Labuha sesuai dengan rencana tata ruang sangatlah tepat untuk dikembangkan menjadi sebuah icon kawasan di Kabupaten Halmahera Selatan.

Pembangunan miniatur negara ini dibangun atas dasar semangat gotong-royong pemerintah daerah dengan melibatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non Aparatur Sipil Negara (PTT) sebagai bentuk ekspresi persembahan dan karya nyata untuk penduduk Halmahera Selatan, yang tersebar di 249 desa.

Performa ini  merupakan wujud pengabdian dan pelayanan masyarakat dengan memiliki kualitas mental  para pegawai yang tinggi tanpa melihat latar belakang sosial sesuai dengan pluralistic SARUMA. Hal ini seiring dengan konsep revolusi mental oleh bapak Presiden Joko Widodo, bahwa revolusi mental  dapat meningkatkan integritas, etos kerja dan gotong-royong bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Nilai gotong-royong  yang dimaksud Bapak Presiden adalah keyakinan mengenai pentingnya melakukan kegiatan secara bersama-sama dan bersifat sukarela supaya kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan cepat, efektif dan efisien.

Dalam konteks birokrasi, revolusi mental pegawai diartikan sebuah perubahan cara berpikir, berprilaku dan bertindak dari setiap ASN dalam menjalankan tugas, fungsi dan kewenangannya sebagai pelaku utama dalam birokrasi pemerintahan.

Semangat gotong royong ini pula diatur  dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 11 tahun 2015 tentang road map reformasi birokrasi tahun 2015-2019, yang memiliki program prioritas utama adalah revolusi mental untuk pelayanan penduduk  bagi  Apartur Sipil Negara (ASN).

Semangat gotong-royong di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non Sipil Negara (PTT) telah dilakukan para bupati di Indonesia seperti Bupati Aceh Tenggara  dapat menggelar  kegiatan gotong-royong massal dalam pembersihan lumpur di perumahan penduduk, jalan raya dan fasilitas umum lainnya  yang melibatkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan memastikan aktivitas perkantoran pemerintah dan pelayanan penduduk tidak terganggu.

Begitu pula Bupati Kabupaten Kampar dalam menjelang pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Riau tahun 2019 melibatkan  seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam lingkungan pemerintah daerah  Kabupaten Kampar untuk melakukan gotong-royong bersama di wilayah Kota Bangkinang dengan kegiatan pembersihan dan meratakan  tanah untuk pemasangan paving block sebagai areal parkir pelaksanaan MTQ.

Ini berarti, semangat gotong-royong telah menjadi warisan budaya leluhur yang terus dipertahankan  karena masih sesuai dengan tuntutan dan kondisi zaman saat ini. Disamping itu pula semangat gotong-royong memiliki makna filosofi mendalam sesuai sila ketiga dari Pancasila untuk wajib bersemayam dalam setiap sanubari bagi warga Negara Indonesia. Bahkan lebih ekstrim lagi dari pernyataan Presiden Amerika ke 35, John F Kennedy pada pidato inagurasi tanggal 20 Januari 1961 yang menyatakan “Jangan tanyakan  apa yang negara dapat perbuat untuk Anda, tapi tanyakanlah apa yang dapat Anda perbuat  untuk negara “. Pernyataan ini telah menjadi inspirasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non Sipil Negara (PTT) Kabupaten Halmahera Selatan dalam mengisi  berbagai pembangunan di Halmahera Selatan yang berkelanjutan sebagai sebuah persembahan dan karya nyata.

Kini semua manifestasi dari sikap gotong-royong Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non Aparatur Sipil Negara (PTT) dalam pembangunan miniatur negara telah menarik perhatian bagi penduduk seantero jagad raya melalui media sosial.  Salah satu komentar dari pengunjung  yang datang  di miniatur negara menyatakan bahwa “Bila tempat ini ditata dan dikelola dengan baik dan sempurna dengan pembangunan infrastruktur maka benar ada Kota Jakarta kedua di Indonesia, dan itu hanya ada satu-satunya di wilayah Indonesia bagian timur di Kabupaten Halmahera Selatan“. Pernyataan ini dapat didukung pula melalui respon dari berbagai penjuru negara, kota dan desa dengan ucapan kata-kata yang penuh penasaran dan harapan untuk mendorong dirinya melakukan migrasi penduduk guna melihat pembangunan minatur secara langsung.

Kaitan dengan  itu semua, Bupati Halmahera Selatan, Hi. Bahrain Kasuba, M.Pd rupanya sangat serius dengan inovasi pembangunan mall, pasar modern, miniatur Jakarta, dan Gelora Bahrain Kasuba (GBK)  ditempatkan dalam satu kawasan khusus yang berfungsi secara terintegrasi. Ini merupakan sebuah ide atau gagasan  kepala daerah yang sangat cemerlang dengan membaca kebutuhan penduduk akan sebuah pembangunan yang dirasakan secara berkelanjutan.

Inovasi di atas salah satu telah dipersembahkan pada hari HKG PKK Tingkat Provinsi, dimana Kabupaten Halmahera Selatan  menjadi tuan rumah dan menempatkan zonasi Gelora Bahrain Kasuba (GBK) dan zonasi miniatur negara sebagai pusat kegiatan. Semua kabupaten/kota di Provinsi Maluku Utara sebagai peserta HKG menaruh  perhatian khusus dan apresiasi  yang tak tehingga terhadap beberapa miniatur yang dibangun ini dengan  memiliki pengalaman pesan dan kesan yang cukup berarti.

Pelaksanaan HKG PKK ini juga membuat berbagai penduduk kota dan desa membanjiri zonasi miniatur dengan suguhan berbagai macam kegiatan lomba dan hiburan yang dilaksanakan pada malam hari. Sungguh menakjubkan suasana di malam hari pada kawasan ini karena selain memiliki luasan areal yang sangat  mendukung untuk masyarakat bisa bergerak menikmati satu persatu mata acara, dapat pula dihiasi dengan berbagai macam warna lampu di sepanjang luasan zonasi miniatur negara. Kondisi ini memberikan harapan dan tanda kedepan yang lebih baik, bila dilakukan penataan fasilitas pada setiap zonasi  sesuai peruntukan. Sehingga secara otomatis kawasan ini akan menjadi magnet migrasi yang  paling kuat bagi penduduk baik lokal, nasional dan global.

Dengan demikian, kawasan ini beserta isinya temasuk salah satunya pembangunan miniatur negara  dapat  menghadirkan suasana Jakarta sebagai ibukota Indonesia yang selalu tumbuh di Kabupaten Halmahera Selatan.

Dalam mempertahankan konsep miniatu negara ini sebagai pusat migrasi penduduk untuk seantero penduduk, dapat dikemukakan beberapa hal berikut ini : 1) pemerintah daerah dapat menentukan nama kawasan pada beberapa pembangunan yang sedang dibangun  di kawasan ini (mall, pasar modern, miniatur negara dan GBK), 2) membuat rencana detail pada kawasan ini dengan menggunakan sistem zonasi agar setiap infrastruktur yang dibangun memiliki daya tarik migrasi penduduk yang tinggi, 3) memiliki tenaga security guna mengawasi dan mengamankan semua aset yang telah tersedia dalam kawasan ini, 4) menempatkan kegiatan pemerintah daerah dan masyarakat yang berskala besar termasuk kagiatan hiburan dan promosi semua budaya dari setiap suku di Kabupaten Halmahera Selatan, 5) pemerintah daerah berkomitmen terus untuk mengalokasikan anggaran dalam pengembangan kawasan ini sampai tuntas, 6) menjadikan Kabupaten Halmahera Selatan sebagai satu-satunya kabupaten percontohan di Indonesia yang penduduknya menghargai keberagaman melalui simbol miniatur negara dan rumah adat Saruma. (*)

Penulis : Dr. Iksan Subur Karamaha, M.Si. (Ketua Institut Saruma Center)

Komentar

+Indeks