oleh

Beli Lahan 1 Hektare Gunakan ADD, Pemdes Gorsel Dinilai Tak Transparan

HALUT, MALUTTODAY.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Gorua Selatan (Gorsel) Kecamatan Tobelo Utara kabupaten Halmahera Utara (Halut), dinilai tidak trasparan soal pembebasan lahan seluas 1 hektare di Desa Gorsel yang bersumber dari Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2019 tahap II.

Informasi yang dihimpun media ini, pihak Pemdes membeli salah satu lahan milik masyarakat Desa Gorsel seluas 1 hektare, dengan harga Rp.170 juta tetapi baru dibayar Rp.150 juta dan sampai saat ini sisanya Rp.20 juta belum dibayar oleh Pihak Pemdes Gorsel.

Akan tetapi transaksi jual beli lahan tersebut, tanpa sepengetahuan masyarakat soal berapa bayak anggran yang dipakai oleh Pemdes Gorsel

Keluarga pemilik lahan yang diketahui juga satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Gorsel, Umi kalsum Pono kepada wartawan mengatan Pemdes Gorsel membelih tanah sebesar Rp. 170 juta karena lahan milik keluarganya sebesar satu hektar

“Anggran yang dibeli Pemdes Gorsel Rp. 170 juta, tidak kurang tidak lebih,” akunya melalui sambungan telepon, Jumat (18/10/2019).

Sementara itu salah satu anggota BPD Iwan Yoba kepada wartawan mengaku dirinya kurang tahu pasti berapa anggaran yang di keluarkan Pemdes Gorsel untuk membeli lahan sebesar 1 hektare milik masyarakat itu, bahkan dirinya juga sudah bertanya kepada, Sekretaris Desa (Sekdes) berapa anggaran yang dikeluarkan, tetapi tidak direspon.

“Saya belum tahu pasti berapa besar anggaran yang dikeluarkan untuk beli, lahan sebesar satu hektar ini, saya sudah tanyakan ke Sekdes mengenai berapa besar anggran yang dikeluarkan, tetapi hanya diam saja,” jelas Melos, sapaan akrab Iwan Yoba.

Melos menambahkan, menurut teman dari anggota BPD Gorsel yang juga keluarga pemilik lahan tersebut, pengakuanya sebanyak Rp.170 juta.

“Pengakuan keluarga pemilik lahan sebanyak Rp.170 juta,” katanya.

Terpisah Plt Kepla Desa Gorsel Fahrul Pandanga kepada wartawan membantah kalau tanah dibeli dengan harga Rp.170 juta, pemebilan tanah sesuai dengan hasil musrembang penetapan.

“Lahan itu dibeli bukan Rp.170 juta, persoalan jual ini hanya persoalan Pemdes Gorsel dengan pemilik tanah, tetapi persoal yang lain tidak bisa kalian (Masyarakat) campuri,” ujarnya.

Fahrul menambahkan, pihak lain selain Pemdes Gorsel dan Pemilik tanah, tidak bisa mencampuru, karena sesuai dengan mekanisme, karena tim penyusun sudah ada orang-orang yang disiapkan.

“Pembebasan lahan pihak lain tidak bisa campurui, ini sesuai mekanisme, karena tim penyusun ada orang-orangnya juga,” tutupnya. (*)

Komentar

+Indeks