oleh

FPDD Halut dan 4 Cakades Desak Panitia Kabupaten Proses Panitia Pilkades Gorsel

HALUT, MALUTTODAY.com – Front Peduli Demokrasi Desa (FPDD) Kabupaten Halmahera Utara (Halut) mendesak pihak panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) tingkat kabupaten memproses panitia Pilkades Gorua Selatan (Gorsel) karena diduga melakukan berbagai pelanggaran serius.

Hasil pantauan media ini, FPDD kabupaten Halut, menggelar Aksi di depan kantor Bupati menggunakan mobil truk dilengkapi denga sound system, dan dihadiri empat Calon Kepala Desa (Cakades) Gorsel kecamatan Tobelo Utara kabupaten Halut, Rabu (09/10/2019).

Kordinator Aksi Muslim Bungarape dalam orasinya mengatakan hasil Pilkades Gorsel pihaknya menilai penuh dengan kecurangan yang massif.

“Panitia diduga melakukan kecurangan dengan memihak kepada salah satu Cakades, hal tersebut terkesan secara sistematis ketika panitia tidak melaksanakan tahapan secara benar,” tegas Muslim dalam orasinya.

Massa aksi Pilkades Gosel

Muslim menambahkan panitia pilkades seharusnya mematuhi peraturan yang diatur Bupati Halut tentang pelaksanaan peraturan Daerah kabupaten Halut, nomor 05 tahun 2015 tentang pemilihan dan pemberhentian Kepala Desa (Kades).

“Banyak indikasi panitia Pilkades Gorsel dengan sengaja melakukan pelanggaran aturan Pilkades, salah satunya, tidak melakukan pendataan pemilih secara benar dan akurat,” katanya.

Tak hanya itu kata Muslim, banyaknya undangan tidak sampai pada pemilih, dan cukup banyak warga tidak mendapatkan undangan memilih, bahkan terdapat undangan ganda yang di berikan pada pemilih tertentu, ini yang menjadi faktor hukum pelanggaran yang berpotensi pecurangan Panitia Pilkades Gorsel.

“Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 1192 jiwa, sesuai undangan dan KTP sebanyak 843 jiwa, dusun 1 sebanyak 463 jiwa, sedangkan dusun 2 sebanyak 353 jiwa, di tambah orang sakit sebanyak 27 jiwa, total Daftar hadir 843 jiwa, tetapi Surat Suara (SS) yang tercoblos 856 Jiwa,” teriak Muslim.

Muslim juga menambahkan dengan tercoblosnya SS 856 jiwa, diketahui SS kelebihan 13 lembar SS yang tercoblos, dan ini yang menjadi kejanggalan dalam perhitungan SS yang menguntungkan salah satu cakades.

“SS sisa sebanyak 405, sedangkan SS yang terpakai 856 SS, jika di tambahkan total 1261 SS, dan ini menjadi perselisihan, jumlah DPT 1192 dan penambahan 2 persen, SS sebanyak 1252, maka di pastikan ada kelebihan SS sebanyak 9 SS,” ungkap Muslim.

Usai melakukan orasi kurang lebih satu jam di depan kantor Bupati Halut, pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halut melakukan hearing dengan masa aksi yang dihadiri Asisten I Erasmus J. Papilaya, Kepala Kesbangpol Wenas Rompis, Kabid Administrasi Frangky hole, empat Cakades Gorsel, perwakilan tokoh masyarakat.

Asisten I Erasmus J. Papilaya saat hearing mengatakan pihaknya sudah menerima laporan keberatan hasil Pilkades Gorua dari peunjuk rasa.

“Kami sudah terima laporan pengaduan keberatan desa Gorsel dengan tuntutan beberapa poin,” akunya. (Iya)

Komentar

+Indeks