Ketua KJH minta wartawan Junjung tinggi Profesionalime

JAILOLO, MALUTTODAY.com – Ketua Komunitas Halmahera Barat (Halbar), Ruslan Habsy, meminta wartawan untuk mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab. Pasalnya, sikap oknum wartawan yang tidak profesinal dapat merusak citra dan nama baik seluruh wartawan bukan hanya pribadi.

“Wartawan harus menjunjung tinggi profesi kerja jurnalis agar dimata masyarakat, wartawan tidak disudutkan dalam kepentingan tertentu saat menjalin kemitraan dengan seluruh pihak,” kata Ruslan pada sejumlah wartawn, Sabtu (9/3/2019)

Wartawan, menurut Ruslan, harus pandai memposisikan diri dengan mitra kerja. Agar hubungan mitra kerja dan publik memperoleh porsi seimbang saat setiap tulisan disajikan dalam pemberitaan.

“Wartawan yang menulis karena tidak menyukai oknum mitra kerja sekalipun sebenarnya tidak bisa. Karena, emosi pribadi akan mengganggu tulisan yang disajikan oleh wartawan,” cetusnya.

Disinggung sikap ketua KJH terkait keberangkatan ke Bali yang difasilitasi oleh Diskominfo kehumasan statistik dan persandian Halbar, Ruslan menganggap, tidak ada masalah jika yang diberangkatkan Diskominfo untuk kepentingan kerja peliputan kegiata study banding Humas di Bali.

“Kalau kegiatan Diskominfo di Bali dan wartawan diminta ikut untuk memonitoring kebenaran atau keberadaan study banding mereka, maka sangat positif dan tidak ada masalah,” tandasnya.

Tapi yang disesali Ruslan, adalah pihak Diskominfo lakukan study banding para wartawan ke Bali untuk beri pelajaran para wartawan agar bisa menulis berita tentang promosi wisata. Karena jika itu dilakukan maka tidak elegan sikap Diskominfo. Karena tanpa ke bali sekalipun wartawan yang tugasnya menulis akan sangat muda jika hanya menulis berita tentang wisata.

“Hanya saja dalam dunia jurnalis tidak terlepas dari perusahaan yang mempekerjakan wartawan. Dengan begitu, setiap berita yang bersifat promosi dipastikan terikat dengan nominal,” jelas dia.

Ketua KJH berharap Diakominfo bersikap netral dalam melihat wartawan sebagai bagian dari masyarakat bukan melihat wartawan sebagai bagian dari kepentingan,” pungkasnya. (wan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *