oleh

Pemda Haltim tidak Punya Rencana Induk Pengembangan Pariwisata Daerah

MABA, MALUTTODAY.com – Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) dinilai masih lemah dalam mengembangan sektor pariwisata. LSM Institut Faifie Spasial (IFAS) Haltim beranggapan, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh jika ingin pariwisata di Haltim menjadi sektor unggulan.

“Terkait pengembangan industri pariwisata daerah tidak lepas dari Rippda (Rencana Induk  Pengembangan Pariwisata Daerah) dan sampai hari ini Pemkab Haltim belum memiliki Rippda sesuai dengan Permen No 10 Tahun 2016 Tentang Pedoman penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata,” kata Ketua LSM IFAS Haltim, Ismit Abas.

Untuk itu, Ismit beranggapan jika hal ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi pemerintah daerah. Sebab, pada dasarnya kebijakan pemerintah daerah terkait pariwisata sangat didukung oleh semua stakeholder. “Tinggal bagaimana SKPD terkait mampu menerjemahkan konsep pariwisata lebih inovatif dan kreatif,” ujarnya.

Ketua LSM IFAS Haltim, Ismit Abas

Menurutnya, Haltim mempunyai SDA pantai dan resort yang tidak kalah bagusnya di bandingkan daerah lain. Dan, ini wajib dieksplorasi potensinya karena pariwisata ke depan menjadi industri primadona yang bisa mengangkat perekonomian daerah.

Ketersedian infrastruktur pendukung, harus bersinergi dengan aspek lain seperti tempat penginapan, akses untuk mendapat kuliner yang khas dan lainnya. Sehingga itu pemerintah daerah sudah saatnya bekerjasama dengan pihak swasta atau investor guna membangun infrastruktur pendukung pariwisata daerah.

“Kita tidak bisa melakukan percepatan pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata tanpa melibatkan pihak swasta atau investor karena APBD kita terbatas,” cetusnya .

Sehingga ada baiknya seluruh elemen pemerintah daerah dan seluruh dinas harus berintegrasi untuk mendukung pariwisata, tidak bisa hanya diserahkan kepada dinas yang membidangi pariwisata saja.

“Karena dalam jangka panjang, adanya KEK di bidang pariwisata tentu akan mampu mengubah wajah industri pariwisata Haltim menjadi lebih baik. Karena  ketika kita berbicara konsep pembangunan pariwisata daerah harus dari hulu dan hilir, dibutuhkan komitmen kepala daerah dan jajarannya serta melibatkan semua stakeholder yang ada serta fokus. Tentu ini lah PR kita semua,” tutupnya. (zilo) 

Komentar

+Indeks