Demonstrasi Serentak Nasional VII, Koalisi Perjuangan Rakyat Diibubarkan Polisi

TERNATE, MALUTTODAY.com – Unjuk rasa  serentak nasional VII, koalisiperjuangan rakyat (KOPRA) Maluku Utara, di depan kantor walikota Ternate, dibubarkan paksa oleh aparat gabungan Polres Ternate dan Polda Maluku Utara. Pembubaran dengan cara menyemprotkan air dari mobil water canon kearah massa aksi.

Menurut polisi, massa aksi terpaksa dibubarkan karena melewati batas waktu berdemonstrasi atau menyampaikan pendapat di muka umum pukul 18.00 WIT.

Tidak ada korban dalam insiden ini, namun jalur dari arah utara Jatiland Mall menuju landmark titik nol Ternate sempat macet hingga beberapa jam.

“Sesuai dengan undang-undang nomor 9 tahun 1958, batas waktu yang diberikan sampai Pukul 18.00 WIT. Oleh karena itu, kami melakukan imbauan kepada mereka. Silahkan berorasi tetapi pukul 18.00 WIT, harus membubarkan diri. Sehingga aturan sudah jelas,” kata Wakapolres Ternate, Kompol Jufri Dukomalamo kepada sejumlah wartawan di depan taman Nukila, Senin (17/12/2018).

Lanjutnya lagi, aksi ini sesuai dengan pemberitahuan kepada pihak kepolisian, hari ini melakukan aksi damai di landmark dan kediaman gubernur Maluku Utara, dimulai pukul 08.00 WIT hingga siang.

“Konsolidasi mereka di selatan, universitas Khairun di Gambesi dan FKIP Unkhair di Akehuda dan memulai gerakan pukul 13.00 WIT. Berjalan kaki hingga Fitu dan menumpangi kendaraan roda 6 sebanyak 2 unit. Setelah itu melakukan aksi di landmark dan dikawal ketat oleh aparat gabungan Polres dan Polda Malut,” ujar orang nomor 2 di Polres Ternate.

Sementara itu dari amatan Maluttoday, kondisi arus lalu lintas diarah Utara Jatiland Mall menuju masjid raya dan landmark tidak bisa lalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat dan terpaksa memutar balik ke arah masjid raya menuju plaza Gamalama atau eks gedung pasar Gamalama.

Tuntutan aksi ini sendiri masih sama dengan aksi KOPRA sebelumnya, yakni mendesak pemerintah, di daerah hingga pusat untuk memperhatikan nasib petani kopra dengan menaikan harga kopra, mengikuti harga nasional Rp 7.000-8.000 per kilogram. Serta meminta pemerintah menyediakan pabrik kopra, mobil dan kapal untuk pengangkutan kopra. (dch)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *