PT Karapoto Janjikan Pencairan Dana Nasabah 31 Januari

Foto: Nasabah PT Karapoto Teknologi Financial saat berada di Mapolres Ternate

TERNATE, MALUTTODAY.com – PT Karapoto Teknologi Financial berjanji akan mencairkan dana para nasabah pada 31 Januari 2019 mendatang. Hal ini telah disepakati dalam surat bermaterai yang ditandangani oleh Pimpinan Perusahaan PT Karapoto Teknologi Financial, Fitri Puspita Hapsari dengan para perwakilan nasabah, yang dimediasi oleh Kapolres Ternate, AKBP Azhari Juanda bertempat di rauang TMC Polres Ternate, Senin (03/12/2018).

Dalam surat pernyataan tersebut dibacakan sendiri oleh pimpinan perusahaan, dalam hal ini Fitri Puspita Hapsari berisi kesediaan dan menyanggupi pembayaran seluruh uang milik nasabah sesuai yang tertera dalam kwitansi. Pembayaran akan dimulai sejak tanggal 31 Januari 2019 hingga selesai. Dalam pernyataan tersebut juga, yang bersangkutan bersedia diproses hukum apabila tidak dapat mengembalikan uang nasabah.

“Saya selaku pimpinan Fitri Puspita Hapsari dan suami Ardiansyah, jauh dari hati kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh nasabah yang sudah menaruh uang kepada kami hingga saat belum bisa terbayarkan. Hari ini dihadapan bapak-bapak kepolisian beserta seluruh nasabah se Maluku Utara saya akan membacakan tanggal pencairan, “ kata Pimpinan Perusahaan PT Karapoto Teknologi Financial, Fitri Puspita Hapsari dihadapan para nasabah bertempat di Mapolres Ternate.

Dalam surat tersebut, selain ditandatangi oleh pimpinan perusahaan PT Karapoto Teknologi Finansial juga tertera 10 tandatangan perwakilan para nasabah.

Sementara itu salah satu nasabah yang berasal dari Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara tetap menuntut pengembalian uang yang telah disetorkannya dan akan menempuh jalur hukum jika PT Karapoto Teknologi Financial tidak sanggup melakukan pengembalian.

“Saya mewakili teman-teman semua. Kami di Maluku Utara ini merasa dirugikan. Sehingga kami menuntut pengembalian dana yang dihimpun dari masyarakat mengatasnamakan investasi PT Karapoto jika ditotal keseluruhan kira-kira bisa mencapai Rp 2 triliun. Kalau Tobelo bisa mencapai Rp 500 miliar. Kalau (jumlah) nasabah belum bisa dipastikan karena masing-masing tim dan leader. Tapi kalau di Tobelo bisa mencapai ribuan. Tapi kalau untuk Ternate bisa setengah penduduk Ternate. Kalau saya sendiri bisa mencapai Rp 750 juta, itu sudah total profil dan modal. Saya ikut Karapoto sejak launching pada Januari 2018. Macet (pembayaran) ini sejak Juli akhir untuk Tobelo. Kalau Ternate katanya sejak bulan Juni, “ ujar salah satu nasabah, Riski Can saat ditemui di halaman Mapolres Ternate.

Lebih lanjut, ia berharap direktur Karapoto agar segera mungkin untuk mengembalikan dana yang dihimpun dari masyarakat untuk diinvestasikan ke perusahaan PT Karapoto ini. Jika tidak dikembalikan harus diproses secara hukum.

Kapolres Ternate, AKBP Azhari Juanda membenarkan pihaknya melakukan mediasi antara pimpinan perusahaan PT Karapoto Teknologi Financial dengan para nasabah.

“Saya mencoba menfasilitasi terkait dengan permasalahan Karapoto. Kami mencoba memediasi massa yang menuntut pembayaran kepada saudari Upik. Di mediasi tadi disepakati dibuat surat pernyataan yang ditandatangani oleh 10 orang sebagai saksi. Dalam pernyataan tersebut menyatakan bahwa yang bersangkutan pihak Karapoto menyanggupi pembayaran pada tanggal 31 Januari,” jelas Azhari. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *