RSUD dan Dinkes Dinilai Tidak Becus, Bupati Diminta Turun Tangan

Foto: Ketua PP Halbar Sudirman Yunus. (Ist)

JAILOLO, MALUTTODAY.com – Pasien kelainan jantung dan gizi buruk (Down Syndrome) Meilani Bet yang saat ini dirawat di RSUD Jailolo, kini menjadi perhatian publik. Perhatian publik salah satunya datang dari MPC Pemuda Pancasila (PP) Halmahera Barat (Halbar).

Menurut Ketua PP Halbar Sudirman Yunus, pasien Down Syndrome Meilani (1,6) asal Desa Lako Akediri Kecamatan Sahu itu, sesuai catatan medis, Meilani awalnya  dirawat di RSUD Jailolo, kemudian di bawa ke RSUD Chasan Boesoeri Ternate, namun pihak RSUD Ternate menyarankan kepada  pihak keluarga, agar Meilani dirujuk ke Manado, karena alasan fasilitas medis yang kurang mendukung. Namun karena alasan biaya, pihak keluarga Meilani memutuskan  membawa  kembali ke Jailolo untuk dirawat di RSUD Jailolo.

Dari kronologis perawatan pasien, semestinya pihak RSUD Jailolo tidak mengikuti permintaan Zakir Mando, untuk membawa kembali pasien ke RSUD Chasan Boesoeri, karena sebelumnya, pihak RSUD Ternate, sudah  menyarankan untuk dirujuk ke Manado.

“Harusnya ketika pak Zakir berkeinginan membawa pasien ke Ternate, pihak RSUD tidak lagi mengizinkan, karena pasien sudah pernah dirawat di Ternate, namun dari pihak RSUD Ternate menyarankan untuk dirujuk ke Manado. Selain itu, Dinkes juga harus lihai melihat kondisi seperti itu, agar tidak menjadi polemik, tentang pasien,” ungkap Sudirman kepada media ini, Jumat (23/11).

Sudirman mengaku, jika Zakir benar-benar ingin membantu meringankan biaya perawatan Meilani, harusnya secara tuntas, jangan setengah hati. Sehingga Meilani sudah harus dirujuk ke Manado, bukan lagi dari RSUD Ternate dikembalikan ke Jailolo.

“Untuk itu, saya berharap pak bupati harus segera ambil langkah atau turun tangan membantu keluarga pasien, sehingga penderita down syndrome tidak menjadi objek eksploitasi kepentingan bagi pihak-pihak tertentu,” harapnya. (HB)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *