Satu Jamaah Haji Asal Tidore Wafat Usai Wukuf di Arafah

MAKKAH, MALUTTODAY.com – Jamaah haji Maluku Utara kloter 7 Asal Kota Tidore Kepulauan (Tikep) bernama Khabil Bin H. Abdullah, meninggal pada pukul 06.45 Waktu Arab Saudi (WAS), Sabtu (25/8) bertempat di Rumah Sakit King Abdul Azis Makkah.

Almarhum sebelumnya sempat menjalani perawatan medis karena penyakit gangguan hati kronis yang dialaminya dan sempat dirujuk sebanyak tiga kali selama berada di Makkah hingga Muzdalifah.

“Ketika menuju Arafah, almarhum dalam kondisi stabil dan bisa duduk. Tapi tetap kami posisikan di bus bersama jamaah lain yang kami pantau khusus. Setiba di Arafah, almarhum bisa mengikuti wukuf Arafah, namun dalam posisi baring,” kata Kepala Seksi Informasi Haji Kanwil Agama Provinsi Maluku Utara, Tahmid Abubakar, Minggu (26/8/2018).

Karena melihat resiko dehidrasi, lanjut Tahmid, sehingga pada pukul 11.00 WAS, Senin 20 Agustus 2018, tim medis memasang infus untuk rehidrasi pada almarhum di tenda laki-laki.

Selanjutnya, kata Tahmid, ketika menuju Muzdalifah pukul 20.00 WAS, kondisi almarhum semakin lemas dan mulai sesak napas. Ketika tiba di Muzdalifah, almarhum langsung dievakuasi. Diangkat dari kursi roda dibantu oleh jamaah lainnya.

“Karena di Muzdalifah semuanya pasir yang tidak memungkinkan mendorong kursi roda. Sesampai di pos kesehatan 8 Muzdalifah, dilakukan observasi oleh dokter pos kesehatan Muzdalifah, yang selanjutnya almarhum dirujuk ke KKHI Makkah,” jelasnya.

“Menurut info yang kami dapat dari KKHI Makkah, almarhum dirujuk lagi ke RS King Abdul Aziz pada keesokan harinya, dirawat beberapa hari hingga menghembuskan napas terakhir pagi tadi,” tambahnya.

Lanjut Tahmid, faktor resiko pemicu dari kekambuhan penyakit almarhum adalah aktivitas berat, cuaca yang panas dan pola makanan yang tinggi lemak dan minyak.

Dalam proses perawatan di pondokan pasca opname yang berulang, sesama jamaah haji kloter 7, khususnya jamaah haji dari Kota Tikep, alhamdulillah banyak membantu untuk keperluan pribadi almarhum seperti membuatkan menu makanan yang rendah lemak dan menyiapkan jus sayur dan buah untuk almarhum, seperti anjuran dokter di RS Arab Saudi tempat almarhum dirawat pada hari2 sebelumnya.

“Mohon doanya bagi almarhum Khabil, kita semua sayang beliau tapi pencipta-Nya lah yang lebih sayang. Sehingga memanggilnya terlebih dahulu. Semoga sakit yang diderita menjadi penggugur dosa-doss beliau,” harapnya. (dch

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *