Masyarakat Memiliki Sikap yang Cenderung Kurang Positif Terhadap Bahasa Indonesia

  • Whatsapp

TOBELO, MALUTTODAY.com – Masyarakat dinilai cenderung masih kurang positif terhadap penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar atau sesuai kaidah.

Hal ini terungkap dalam kegiatan penyuluhan penggunaan bahasa Indonesia pada media luar ruang di daerah yang bertempat di Hotel Bryken, Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Sabtu (4/8/2018).

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Halmahera Utara yang diwakili Asisten III Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Subakri Salim.

Dalam sambutannya, bupati mengapresiasi kehadiran Kantor Bahasa Maluku Utara yang berkesempatan mengunjungi dan melaksanakan penyuluhan bahasa Indonesia di Halmahera Utara.

Bupati berpesan kepada peserta tentang pentingnya penggunaan bahasa Indonesia di lingkup pemerintahan, karena telah diatur dalam Undang-undang RI Nomor 24 Tahun 2009.

Perihal penerapan kaidah tersebut, bupati mencontohkan dalam penulisan surat dinas di lingkungan pemerintahan. Dimana penulisan surat dinas cenderung tidak sesuai kaidah dan penggunaan kalimat yang bertele-tele.

“Ibarat ingin ke Wosia, kita berputar-putar dahulu dan barulah tiba di Wosia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Bahasa Maluku Utara, Syarifuddin dalam sambutannya menilai hal itu karena beberapa masyarakat memiliki sikap yang cenderung kurang positif terhadap bahasa.

“Salah satu kegiatan guna menumbuhkan sikap positif tersebut adalah melalui penyuluhan,” katanya.

Lanjut Syarifuddin, hasil pemantauan penggunaan bahasa pada media luar ruang di Kabupaten Halmahera Utara berpredikat ‘terkendali B’.

Penilaian hasil pemantauan tersebut berdasarkan tujuh objek penilaian, pertama; penggunaan bahasa pada papan nama lembaga dan gedung, kedua; sarana umum, ketiga; ruang pertemuan, empat; produk barang/jasa.

Kemudian, kelima; nama jabatan, keenam; petunjuk arah/rambu umum, dan ketujuh; spanduk/alat informasi lainnya.

Adapun lokasi pemantauan dilakukan secara acak pada sepuluh tempat di Halmahera Utara.

Kemudian, tindak lanjut dari kegiatan-kegiatan ini, ujar Syarifuddin, ialah pengendalian dan penghargaan. Kami berencana akan memberikan penghargaan bagi pemerintah daerah atau swasta yang telah mampu mengendalikan dan mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia sesuai UU RI No. 24 Tahun 2009.

“Sikap positif masyarakat dalam penggunaan bahasa Indonesia menjadikan bahasa Indonesia bermartabat di hadapan bangsa lainnya,” kata Syarifuddin berpesan sebelum menutup sambutannya.

Dalam kegiatan penyuluhan bahasa ini diikuti 40 peserta yang terdiri dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, guru Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sejumlah pegawai swasta.

Kegiatan penyuluhan ini merupakan tindak lanjut dari pemantauan penggunaan bahasa Indonesia pada media luar ruang di daerah yang telah dilaksanakan pada April dan Mei 2018 lalu.

“Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni perwakilan Pemerintah Daerah Halmahera Utara dan Kepala Kantor Bahasa Maluku Utara,” ujar Ketua Panitia Penyuluhan Penggunaan Bahasa Indonesia pada Media Luar Ruang di Daerah, Naratungga Indit Prahasita.

Kegiatan tersebut, kemudian diakhiri dengan diskusi antara peserta dan narasumber.

Para peserta terlihat antusias bertanya dalam sesi tanya jawab. Namun, para peserta juga menyayangkan kegiatan penyuluhan ini hanya terlaksana selama satu hari. (dch/pn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *