Rapat Pleno Ricuh, Ketua DPD I PDI-P Malut: Berani Jalan Saya Siap Mati Disini

  • Whatsapp
Foto: Ketua DPD I PDI-P Maluku Utara, Muhammad Senen serta salah satu saksi diseret keluar ruang rapat pleno oleh aparat keamanan. (Ist)

SOFIFI, MALUTTODAY.com – Rapat pleno rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara calon gubernur dan wakil gubernur Maluku Utara tingkat provinsi bertempat di kantor KPU Sofifi berlangsung ricuh, Sabtu (7/7/2018).

Saksi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3, Abdul Gani Kasuba-Muhammad Al Yasin Ali melakukan protes dan meminta KPU untuk menghentikan jalannya pleno rekapitulasi karena terdapat pelanggaran di Kabupaten Halmahera Barat yang belum diselesaikan oleh pihak KPU dan Bawaslu Maluku Utara.

Kericuhan dipicu akibat saksi pasangan calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 3 Abdul Gani Kasuba-Muhammad Al Yasin Ali melakukan protes kepada KPU dan Bawaslu karena tidak memproses dugaan pelanggaran pemilu di wilayah enam desa yang bersengketa di Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat.

Masyarakat enam desa yang secara administratif masuk di wilayah Halmahera Utara lebih memilih masuk di wilayah Halmahera Barat hingga tidak melakukan pencoblosan pada waktu pemilihan. Selain enam desa juga dugaan pelanggaran di Kabupaten Pulau Taliabu dan Kabupaten Kepulauan Sula.

“Berani (pleno) jalan saya siap mati disini. Tidak apa-apa saya siap mati,” hardik Ketua DPD I PDI-P Maluku Utara, Muhammad Senen dihadapan para penyelenggara.

Ketua DPD I PDI-P Maluku Utara, Muhammad Senen serta kedua saksi lainnya mengamuk dan membating meja serta kursi saksi.

Ketiganya langsung diusir keluar dari ruang rapat pleno oleh petugas yang mengamankan jalannya rapat rekapitulasi tingkat provinsi ini. Rapat pleno kemudian dilanjutkan kembali. (mail)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *