oleh

Kisah Sang Proklamator dan Karya-karyanya

Soekarno merupakan Presiden pertama Indonesia

Ia mendapat julukan bapak proklamator

Bersama Mohammad Hatta, Soekarno memproklamirkan kemerdekaan Indonesia 72 tahun silam.

Beliau menjabat diperiode 1945-1966

Bapak proklamator ini dilahirkan di Blitar, Jawa Timur pada 6 Juni 1901.
Soekarno kecil, awalnya bernama Kusno lengkapnya Koesno Sosrodiharjo.

Namun, karena sering sakit-sakitan maka sang ayahanda mengganti Kusno menjadi Soekarno. Merupakan nama dari seorang panglima perang dalam kisah Bharata Yudha, yaitu Karna. Nama “Karna” dirubah menjadi “Karno” karena didalam ejaan bahasa Jawa huruf “A” menjadi “O” dan awalan “Su” mempunyai arti “Baik”.

Jenjang Pendidikan dan Karir Soekarno

Soekarno lulus Sekolah Dasar di Institusi Pendidikan yang bernama Bumi Putera pada tahun 1914 di Mojokerto. Kemudian melanjutkan ke Sekolah Dasar Belanda dan mendapat Ijazah sebagai calon pegawai negeri rendahan.

Pada tahun 1920, Soekarno lulus dari pendidikannya di Hoogere Burger School (HBS) di Surabaya. Selanjutnya, Soekarno hijrah ke Bandung guna menempuh pendidikan di Technische Hoogeschool (THS) atau yang saat ini kita kenal dengan nama Institut Teknologi Bandung (ITB). Tahun 1926, Soekarno berusia 25 tahun lulus dengan gelar Civile Ingeniuer (Insinyur Sipil).

Selepas itu, bersama rekannya, Anwari, Soekarno membentuk sebuah Biro insinyur Soekarno dan Anwari pada tahun 1928.

Berselang empat tahun kemudian, Soekarno juga membentuk sebuah Biro Insinyur Soekarno & Roosseno. Biro itu memberikan jasa perencanaan dan juga menjadi pemborong. Awalnya biro tersebut berada di sebuah kantor di Jalan Banceuy Nomor 18, Bandung. Kemudian pindah ke gedung yang berada di Jalan Dalem Kaum, Bandung.

Selain memiliki gelar Insinyur Teknik, Soekarno juga terkenal memiliki kemampuan merancang secara otodidak. Profesor CP Wolff Schoemaker adalah orang yang membantu Soekarno menjadi seorang Insinyur semasa kuliahnya dalam merancang gambar arsitektur.

Sejumlah karyanya adalah paviliun Grand Hotel Preanger, juga ditemukan pada beberapa rumah di sekitar Jl. Dewi Sartika, Jl. Gatot Subroto  dan Jl Palasari, Bandung. Semua dibangun direntan  tahun 1926 hingga 1945.
Kemudian yang paling fantastis adalah mega proyek rancangan tata ruang kota pada tahun 1945-1950, adalah rancangan skema Kota Palangkaraya yang digagas tahun 1957.

Pada periode ini ditemukan juga tugu monumental sebagai bagian tata ruang kota seperti Tugu Proklamasi Jakarta, Tugu Muda Semarang, Tugu Alun-Alun Bunder Malang, Tugu Pahlawan Surabaya serta gagasan Tugu Monumen Nasional Jakarta. Pada 27 Januari 1962, Soekarno dianugerahi gelar doktor oleh almamaternya (ITB). Diketahui terdapat enam jasa Soekarno yang dianggap membuat beliau mendapat gelar Doctor Honoris Causa.

Diantaranya, pembangunan Gedung Pola, tempat mempertontonkan Cetak Biru Pembangunan Semesta Berencana kepada masyarakat. Garis besar fungsi bangunan itu dirancang oleh Soekarno dan diwujudkan oleh arsitek Friedrich Silaban.

Kedua, kompleks Asian Games, kompleks olahraga termegah di Asia Tenggara pada eranya.

Dilanjutkan dengan pembuatan Jalan Jakarta-Bypass, membangun Masjid megah Istiqlal, pembangunan Hotel Indonesia dan Monumen Nasional.

Karya Soekarno tidak hanya tersebar di Jakarta saja, melainkan seperti Samudera Beach Pelabuhan Ratu, Hotel Ambarukmo Yogyakarta dan terakhir Bali Beach di Pantai Sanur, Bali juga merupakan mega proyek yang dibangun oleh Soekarno.

Kemudian, rancangan lain yang dibangun oleh Soekarno guna menyongsong Asian Games dibangun kompleks Gelanggang Olahraga Senayan, yang juga dinamakan Gelora Bung Karno.

 

*Diolah dari pelbagai sumber

Komentar