Perawat Cantik Palestina Tewas Ditembak Pasukan Israel, Rencananya Akan Bertunangan

Foto: Razan al-Najjar. (Ist)

JAKARTA, MALUTTODAY.com – Razan al-Najjar,  perawat cantik asal Palestina tewas ditembak di dada oleh pasukan Israel di Jalur Gaza. Padahal, Razan rencananya akan melangsungkan pertunangan dengan dambaan hatinya pada akhir bulan ramadhan.

Izzat Shatat, seorang pekerja ambulans sukarela mengaku kepada Associated Press bahwa dia dan Najjar berencana untuk mengumumkan pertunangan mereka pada akhir Ramadhan.

Namun, takdir berkata lain, relawan 21 tahun ini sudah tiada. Razan Al-Najjar ditembak ketika berusaha menolong seorang demonstran yang terluka di Khan Younes.

Awalnya, Najjar datang dengan seragam putih yang menandakan dia adalah petugas medis. “Dia (Najjar) telah mengangkat tangannya, sehingga bisa terlihat oleh pasukan Israel. Namun, mereka tetap menembaknya,” ujar salah satu saksi mata kepada Reuters via Middle East Monitor, Sabtu (2/6).

Pemakaman Dihadiri Ribuan Orang

Ribuan orang dan para pekerja kesehatan berkumpul di Gaza pada Hari Sabtu untuk menghadiri pemakaman Razan al-Najjar. Dengan mengenakan seragam serba putih berjalan kaki, mereka memegang bendera Palestina dan foto wajah Najjar.

Sementara ayahnya berjalan memegang rompi medis sang putri yang sebelumnya berwarna putih bersih namun kini sudah ternoda merah oleh darah Razan.

Sejak dimulainya protes di perbatasan pada akhir Maret, lebih dari 115 orang sudah terbunuh. Razan al-Najjar adalah wanita kedua yang meninggal. Yang pertama meninggal adalah seorang remaja yang turut berunjuk rasa.

Sejumlah foto menunjukan sekelompok pria membopong Najjar yang masih mengenakan seragam putihnya. Kepalanya mendongak ke belakang dan tangannya yang masih mengenakan sarung tangan terkulai di pundak-pundak pembopong. Saksi mengatakan dia ditembak di dada.

Militer Israel mengatakan akan menyelidiki kematiannya, namun mengatakan pasukannya sudah bekerja sesuai dengan prosedur operasi standar.

“IDF (Pasukan Pertahanan Israel) terus berupaya belajar dari operasinya dan mengurangi jumlah korban di wilayah pagar keamanan Jalur Gaza,” kata militer dalam sebuah pernyataan yang dilansir Washington Post. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *