oleh

Jadikan Hari Ini Lebih Baik (Bagian II)

JODOH (÷ = Kolom Tengah/Persimpangan).

Kataku Jodoh itu adalah  “Ikhtiar dan Doa dalam Cinta Kasih”. Tapi diidentikan orang dengan menetapkan pasangan pendamping hidup dalam menjelajahi daratan masa depan kehidupan rumah tangga. Seiring sejalan bersama mendaki terjalnya puncak kasih sayang. Berdua mencoba bangkit dari curamnya lembah terpaan problema rumah tangga, hingga pada akhirnya kita akan mampu berdiri tegak menghadapi berbagai terpaan badai cobaan kehidupan.

Berbicara tentang Jodoh, entah kenapa tanpa sadar kita justru terbawa perasaan atau terombang ambing oleh bisikan kata hati sendiri.

Bukankah Tuhan telah menjanjikan, bahwa: “Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram bersamanya, dan dijadikanNya diantara kamu rasa kasih sayang.” Selanjutnya bahwa perempuan baik-baik akan berjodoh dengan laki-laki baik-baik dan sebaliknya.

Perlu dipahami bahwa jodoh tidak dapat dipaksakan, dia akan datang bila waktunya tiba. Namun jodoh tetap akan menjadi misteri atau rahasia, karena berjodoh itu dibutuhkan kesabaran dalam ikhtiar dan doa, meski diyakini semua makhluk diciptakan berpasang-pasangan.

Lihatlah…

Bagaimana orang-orang sekitar sering bertanya dan sangat mengusik privasi kita, yaitu: Siapakah pendamping hidupmu? Kapan rencana menikahmu? Bila saatnya tiba atau bagaimana caramu menemukan pasangan hidup terbaik sesuai kriteria pilihan?

Pertanyaan singkat, namun membutuhkan waktu panjang serta berfikir keras untuk menjawabnya.

Seakan kita terjebak dalam situasi dilematis, kenapa seolah kita berputus asa pada rahmat Tuhan, akankah kita berjodoh dengan seseorang yang selama ini menjadi dambaan hati, belahan jiwa dan tambatan biduk rumah tangga.

Ada yang mengatakan jodoh itu seharusnya mudah atau tidak sukar, dalam bahasa kekinian disebut effortless, sehingga kita jangan berputus asa (desperate/obstinately).

Karena beberapa alasan:

  1. Jodoh itu Cinta dan Cinta itu Anugerah, maka berbahagialah. Karena kita akan sengsara bila hidup tanpa cinta.
  2. Rintangan hidup pasti datang menghadang. Cobaan hidup pasti datang menghujam. Namun yakinlah cinta akan membuat kita mengerti akan Arti Kehidupan.
  3. Perlu dicatat bahwa tidak harus bila sudah berpacaran lama, maka kita akan mengatakan bahwa jodohku sudah di depan mata, namun berakhir kandas tanpa bekas. Sebaliknya tidak sedikit mereka yang betah menyendiri serta mengatakan bahwa jodohku masih teramat jauh, tapi justru tanpa diduga tiba-tiba harus segera berumahtangga.
  4. Mungkin kita sangat membenci Dia yang berjodoh dengan kita, padahal Dia teramat baik bagi kita.

Belum tentu Dia yang menurut pandangan sesaat teramat berarti, namun pada akhirnya menjadi petaka buruk bagi kita.

  1. Ingatlah! Karena Tuhan Maha Mengetahui, sedangkan Kita tidak. Kita boleh berencana, tapi Tuhan jugalah yang akan mengabulkannya.

Tahukah bahwa Jodoh itu misteri Kata Tanya (5W+1H=Jodoh):

1W. What: Apakah aku masih ada kesempatan berjodoh?

2W. Who: Siapakah yang akan menjadi Jodohku?

3W. When: Kapan aku akan berjodoh?

4W. Where: Dimana akan kutemukan Jodohku?

5W. Why: Kenapa harus ada kata Jodoh?

1H. How: Bagaimanakah cara menemukan Jodohku?

Jodoh itu seperti dua sisi mata uang, baik atau buruk hanya kita sendiri yang tahu karena kita yang jalani dan mereka diluar sana yang akan memberi penilaian.

Mungkin kita merasa pantas mendapat Jodoh paling sempurna, karena selama ini kita yakini telah melakukan berbagai kebaikan. Namun kenyataan tidak selalu harus sesuai keinginan, karena jodoh bukanlah seperti ilmu pasti matematika (1+1=2), namun beda halnya dengan logika jodoh (1+1 tidak selalu harus menghasilkan 2, bisa jadi tetap 1 atau malah menjadi 3).

Terkadang timbul rasa iri dalam diri tatkala kita melihat seseorang dengan keterbatasannya atau kekurangannya atau cacat penampilannya, tapi justru memiliki jodoh yang nyaris sempurna dibandingkan orang berpenampilan normal.

Janganlah menilai atau membandingkan seseorang hanya dari sisi kelemahan atau kekurangannya semata, lantas mengaburkan banyak hal kebaikan yang telah diperbuatnya. Seharusnya kita melihat kualitas Dia sebagai jodoh kita secara menyeluruh dan bukanlah sebagian saja. Untuk itu melalui ikatan pernikahan, diharapkan akan terbina saling berbagi, saling mengisi dan saling melengkapi, sekaligus saling meningkatkan kualitas kehidupan berumahtangga secara total menyeluruh.

Bila yang kutulis ini dapat menjadi hal terbaik untukmu dan untuk kita semua, maka lakukanlah. Karena Kita sendiri yang menentukan kualitas masa depan kehidupan:

– Hidup menjadi lebih bermanfaat atau malah menjadi mudharat.

– Mati menjadi akhir yang bahagia atau memilih akhir hidup dengan sengsara.

– Rezeki meskipun sedikit tapi barokah atau mendapat rezeki yang berlimpah tapi berujung musibah.

– Jodoh sederhana namun menuju rumah tangga yang bahagia (shakinah) atas ridho Tuhan atau memilih jodoh segalanya menurut pandangan duniawi, namun siap mengantarkan pada Petaka rumah tangga.

Ingatlah!

Mungkin Takdir sudah menjadi Ketetapan Tuhan bagi Kita, tapi tidak halnya dengan Nasib. Karena yang dapat merubah Hitam Putih Nasib menjadi lebih berwarna dan bermakna tergantung kesungguhan dan keyakinan kita dalam merealisasikan: Niat, Ikhtiar dan Doa menjadi Kenyataan Masa Depan. Selebihnya serahkan dan pasrahkan pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Biar Tuhan saja yang menilai dan mengabulkan segala upaya dan doa terbaik kita.

Jangan pernah lelah dan berhenti untuk terus berusaha, berupaya dan terus belajar, belajar dan belajar untuk mengisi kolom kosong Teka Teki Sederhana Kehidupan menuju masa depan yang lebih berkualitas.

“Semoga Bermanfaat Bagi Kita Semua. Mohon Maaf atas Salah Khilaf”.

 

Penulis: Kolonel Laut (P) Rizaldi, S.E

Danlanal Ternate

Komentar

+Indeks